Mahasiswa KKN MIT DR Kelompok 12 UIN Walisongo Semarang lihat proses pengolahan Teh Herbal Desa Pacet.

Batang-Mahasiswa KKN MIT DR Kelompok 12 UIN Walisongo Semarang lihat proses pengolahan Teh Herbal Desa Pacet. Sekaligus sebagai pendampingan UMKM berkelanjutan (26/1).

Merupakan kabupaten yang berada di dataran tinggi mayoritas penduduknya, jika di dataran rendah (pantai) penduduknya berprofesi sebagai nelayan, jika di dataran tinggi rata-rata penduduknya bertani dan berkebun. Khususnya di Desa Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang.

Penduduk Desa Pacet sendiri mayoritas berkebun dan mengadu nasib sebagai buruh pengolahan teh. Di dataran tinggi udaranya sangat dingin sehingga sangat cocok untuk ditanami pohon teh. Lahan kebun teh di daerah Batang sangat luas sekali, ada yang menjadi hak milik PT dan ada juga yang menjadi hak milik penduduk lokal. Desa pacet sendiri kebun tehnya milik penduduk lokal yang salah satunya bernama Mbah Sarmini.

“Proses pengolahan teh di Desa Pacet tersebut mulai dari memetik daun teh itu harus dipetik daun yang masih muda kemudian langsung dikumpulkan. Setelah sudah terkumpul daun-daun teh tersebut dijemur sampai layu. Selanjutnya proses penyangraian, waktu penyangraian jangan lupa diaduk terus supaya tidak gosong. Kemudian proses penggilingan, dalam pembuatan teh herbal ini cara menggilingnya masih menggunakan alat manual yaitu tangan. Setelah proses penggilingan selanjutnya yaitu disangrai yang kedua ini caranya sama seperti sangria yang pertama Adapun bedanya sangria yang kedua itu diaduk terus sampai warnanya berubah, setelah warna berubah maka itu sudah selesai” Ungkap mbah sarmini.

“Ketika saya mencium aroma teh tersebut saya merasakan ketenangan yang membuat pikiran saya rileks. Pada tegukan pertama terasa nikmat sekali karena teh Pacet itu masih sangat alami dalam pengolahannya tanpa campuran bahan pengawet apapun. Teh tersebut memiliki warna yang merah sekali sehingga menarik perhatian yang meminumnya.” Kata Mas Boy sebagai penikmat.

“Mudah-mudahan Mbah Sarmini dapat memotivasi generasi muda khususnya bagi pemuda yang suka berwirausaha untuk memunculkan inovasi-inovasi yang lebih lagi. Pupus daun teh yang hijau pengolahan dengan cara tradisional tanpa campuran bahan pengawet, warna merah pekat Ketika diseduh dan kenikmatan aroma serta rasa yang membuat penikmat ketagihan itu semua menunjukkan keunggulan tersendiri kualitas the di Desa Pacet” imbuh Mas arif, anggota tim KKN.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *