Rektor UIN Walisongo Dorong Kepemimpinan Responsif dan Berintegritas di Level Middle Management – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali melaksanakan pelantikan pejabat di lingkungan kampus pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula 2 ini dimulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB, diawali dengan pembukaan, pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, pengarahan rektor, doa, hingga pemberian ucapan selamat.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, hingga para pejabat struktural lainnya.
Dalam arahannya, Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang memiliki dimensi moral dan spiritual.
“Jabatan ini bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah dan tanggung jawab yang kelak kita pertanggungjawabkan hingga ke akhirat,” tegasnya.

Rektor juga menyoroti posisi para pejabat sebagai middle management yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan organisasi. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) menjadi kunci agar setiap pejabat mampu bekerja secara terarah sekaligus membangun relasi yang sinergis antarjabatan.

Ia mengibaratkan struktur kepemimpinan sebagai sebuah mesin besar, di mana setiap elemen memiliki peran penting yang saling terhubung. “Semua harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan, seperti roda-roda penggerak dalam mesin besar kepemimpinan UIN Walisongo,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya koordinasi dan kerja tim. Ia mengingatkan agar tidak ada pejabat yang berjalan sendiri-sendiri, karena hal tersebut dapat menghambat terciptanya orkestrasi organisasi yang efektif.

IMG 0519

Dalam menghadapi dinamika perubahan yang semakin cepat, Rektor juga mendorong seluruh pejabat untuk bersikap responsif dan adaptif, terutama dalam hal pelayanan. Kecepatan dalam merespons persoalan dan keluhan menjadi tuntutan utama yang tidak bisa diabaikan.
“Tuntutan layanan hari ini adalah responsivitas. Setiap keluhan harus segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya,” ungkapnya.

Selain itu, komitmen terhadap integritas juga menjadi pesan penting yang disampaikan. Rektor mengajak seluruh pejabat untuk saling mengingatkan apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan, sebagai upaya menjaga organisasi tetap berada pada jalur yang benar.

Di akhir arahannya, ia menegaskan bahwa jabatan harus menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah. Dengan komitmen yang bersih dan kuat, ia optimistis kepemimpinan di UIN Walisongo dapat berjalan dengan baik dan membawa institusi menuju percepatan sebagai kampus yang unggul dan maju.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *