Direktur BPJS Kesehatan Kunjungi UIN Walisongo, Jajaki Kerja Sama Strategis Prolanis Muda – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Langkah besar diambil Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional. Pada Jumat (24/4/2026), jajaran pimpinan universitas menerima kunjungan strategis dari Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Dr. dr. Sutopo Patria Jati, M.M., M.Kes., di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Rektorat.

Pertemuan ini menjadi ajang penjajakan kerja sama melalui dua program unggulan: Program Pengelolaan Penyakit Kronis Usia Muda (Prolanis Muda) dan integrasi Kurikulum Jaminan Sosial ke dalam pendidikan tinggi.

Dalam paparannya, Dr. dr. Sutopo Patria Jati menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial sebagai simpul edukasi jaminan kesehatan. Melalui Program Prolanis Muda, BPJS Kesehatan ingin menginisiasi deteksi dini dan pengelolaan penyakit kronis di kalangan mahasiswa yang merupakan kelompok usia produktif.

“Kami membawa enam modul kurikulum jaminan sosial yang mencakup konsep dasar sistem jaminan sosial, implementasi risk pooling, hingga digitalisasi layanan kesehatan. Kami telah menyediakan materi pembelajaran mandiri melalui 11 video interaktif di LMS Be Brain agar mahasiswa lebih sadar akan pentingnya gotong royong dalam JKN,” jelas Dr. dr. Sutopo.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa universitas memiliki modalitas yang sangat kuat untuk menyukseskan program tersebut melalui sumber daya yang dimiliki.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Direktur atas kehadirannya. UIN Walisongo Semarang memiliki Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) serta Fakultas Kedokteran (FK) yang sangat relevan dengan tujuan ini. Sinergi ini sejalan dengan visi kami untuk berkontribusi pada kemaslahatan masyarakat dan peradaban, terutama dalam membangun generasi muda yang sehat secara fisik maupun jaminan sosialnya,” ungkap Prof. Musahadi.

Dialog rencana kerja sama yang dipimpin oleh Wakil Rektor 3, Dr. Umul Baroroh, M.Ag., berlangsung dinamis dengan masukan dari para pakar kesehatan UIN Walisongo.

Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed., menekankan pentingnya intervensi gaya hidup.

“Cita-cita FK UIN Walisongo adalah menciptakan satu model pembelajaran modifikasi gaya hidup untuk seluruh mahasiswa demi mencegah Diabetes Melitus. Diabetes adalah pintu masuk bagi penyakit mengerikan lainnya seperti stroke dan gagal ginjal. Kerja sama dengan BPJS ini sangat kami dukung sebagai langkah preventif,” tuturnya.

Di sisi lain, Dekan FPK, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., mengungkapkan langkah konkret fakultasnya. “Saat ini kami sedang menyusun pengajuan Program Studi Administrasi Kesehatan. Hadirnya Kurikulum Jaminan Sosial dari BPJS Kesehatan tentu akan menjadi penguat kompetensi bagi mahasiswa kami nantinya,” jelas Prof. Baidi.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh pejabat penting lainnya, termasuk Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah—DIY, Rahmad Asri Ritonga; Manager Perencanaan Pembelajaran Corporate University, Windarlan Siallagan; serta jajaran Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Ketua Lembaga, serta Tim Kerja Sama dan Humas UIN Walisongo.

Kunjungan ini diharapkan segera berlanjut ke tahap penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang nyata, guna menciptakan ekosistem kampus yang sadar kesehatan dan tanggap jaminan sosial.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *