Benchmarking ke LSP Universitas Tarumanegara, LSP UIN Walisongo Perkuat Sistem Sertifikasi Berbasis Mutu – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Jakarta — Komitmen UIN Walisongo Semarang dalam membangun lulusan yang unggul dan tersertifikasi terus diperkuat melalui langkah strategis benchmarking. Kali ini, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Walisongo melakukan kunjungan ke LSP Universitas Tarumanegara pada Selasa (28/4/2026), bertempat di ruang rektorat lantai 6 kantor LSP Universitas Tarumanegara.

Kunjungan ini mengusung sudut pandang penguatan sistem manajemen mutu dan tata kelola kelembagaan LSP yang berkelanjutan. LSP Universitas Tarumanegara sendiri diketahui berada langsung di bawah rektorat, meskipun secara kelembagaan universitas berada dalam naungan yayasan. LSP ini tergolong baru, resmi berdiri pada 2 Oktober 2025, dengan lisensi yang terbit pada Juni 2025 setelah melalui proses pengajuan selama kurang lebih enam bulan.

Manajer Penjaminan Mutu LSP Universitas Tarumanegara, Ibu Hartini, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah mengembangkan 10 skema sertifikasi dari empat program studi, meliputi kewirausahaan industri, fotografi, keilmuan data, kehumasan dan periklanan.

“Sebagai LSP yang relatif baru, kami fokus memastikan sistem penjaminan mutu berjalan sejak awal. Saat ini kami sudah memiliki 10 skema dan 24 asesor. ” ujar Hartini.

WhatsApp Image 2026 04 28 at 15.38.41

Ia juga menambahkan bahwa sertifikasi di Universitas Tarumanegara telah terintegrasi dengan sistem akademik. Mahasiswa diwajibkan mengikuti uji kompetensi saat memasuki semester enam, dengan biaya yang telah termasuk dalam SPP.

Selain itu, LSP Universitas Tarumanegara juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendukung berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan sertifikasi.

Direktur LSP UIN Walisongo Semarang, Dr. Wahab, M.M., menegaskan bahwa benchmarking ini menjadi langkah penting dalam memperkuat arah pengembangan LSP UIN Walisongo, khususnya dalam aspek tata kelola dan penjaminan mutu.

“Kami melihat praktik baik di LSP Universitas Tarumanegara, terutama dalam integrasi sertifikasi dengan sistem akademik dan penguatan manajemen mutu sejak awal berdiri. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk terus mengembangkan LSP UIN Walisongo agar semakin profesional, terstruktur, dan berdampak nyata bagi mahasiswa,” ungkap Dr. Wahab.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UIN Walisongo berkomitmen menjadikan sertifikasi profesi sebagai bagian integral dari proses pendidikan.

“Branding UIN Walisongo sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing global tidak hanya dibangun dari sisi akademik, tetapi juga melalui penguatan kompetensi terstandar. LSP menjadi instrumen strategis untuk memastikan lulusan kami siap menghadapi dunia kerja,” pungkas Direktur LSP UIN Walisongo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *