Perkuat Literasi Keuangan, OJK Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan UIN Walisongo – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah menjajaki kerja sama edukasi keuangan dengan UIN Walisongo Semarang untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan mahasiswa. Fokus kerja sama diarahkan pada peningkatan pemahaman terkait pinjaman online ilegal, judi online, serta pengenalan pasar modal, 26/04/2026.

Kegiatan penjajakan kerja sama ini dihadiri langsung Direktur OJK Jawa Tengah Tias Retnani dan Asisten Manajer OJK Etwin Haryanto. Acara berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang dan diikuti oleh Wakil Rektor 3 beserta Seluruh Wakil Dekan 3 tiap fakultas.

Dalam sambutannya, Direktur OJK Jawa Tengah Tias Retnani menyampaikan bahwa edukasi keuangan menjadi kebutuhan yang sangat penting, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra OJK dalam menyampaikan literasi keuangan secara berkelanjutan.

“Kami ingin terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat (KKN Tematik) melalui penguatan edukasi keuangan, khususnya terkait maraknya pinjaman online ilegal dan judi online yang dampaknya sudah sangat terasa, baik di masyarakat maupun di kalangan mahasiswa. Selain itu, pasar modal memiliki peluang yang besar, tetapi harus didukung dengan edukasi keuangan dan edukasi pasar modal yang kuat,” ujar Tias Retnani.

Lebih lanjut, Tias Retnani juga menegaskan posisi UIN Walisongo Semarang dalam kerja sama dengan OJK Jawa Tengah.

“UIN Walisongo menjadi salah satu kampus dengan kolaborasi kegiatan edukasi keuangan yang paling aktif bersama OJK Jawa Tengah. Karena itu, kami memandang UIN Walisongo sebagai mitra penting dalam penguatan literasi keuangan,” tegasnya.

WhatsApp Image 2026 04 28 at 15.09.14

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang, Umul Baroroh, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin antara OJK dan UIN Walisongo. Ia menilai edukasi keuangan memiliki dampak langsung terhadap pembentukan sikap bijak mahasiswa dan masyarakat dalam mengelola keuangan.

“Kami sangat menerima baik penjajakan kerja sama ini. Edukasi keuangan secara inklusif sangat penting agar masyarakat dan mahasiswa lebih bijak dan tidak mudah terjerat pinjaman online,” ungkap Umul Baroroh.

Ia menambahkan bahwa selain edukasi keuangan dasar, penguatan pemahaman pasar modal juga menjadi kebutuhan penting di lingkungan kampus. Saat ini, UIN Walisongo telah memiliki Pojok Bursa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), namun masih perlu dioptimalkan agar menjangkau seluruh mahasiswa.

“Edukasi pasar modal ini juga sangat penting. Di FEBI sudah ada Pojok Bursa, tetapi belum meng-cover semuanya. Ke depan, kami berharap bisa dimaksimalkan melalui sinergi dengan OJK,” tambahnya.

Kegiatan penjajakan kerja sama ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang dipimpin oleh Eli Fauzatun. Diskusi membahas berbagai bentuk sinergi yang dapat dikembangkan, khususnya dalam memperkuat literasi keuangan mahasiswa serta peran kampus sebagai mitra strategis OJK.

Menutup kegiatan tersebut, Tias Retnani berharap kolaborasi antara OJK Jawa Tengah dan UIN Walisongo Semarang dapat terus diperkuat dan diwujudkan dalam program-program edukasi yang berdampak luas.

“Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *