Poligami itu Berat – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Solo – Unit Kerjasama Kelembagaan dan Humas (KKH) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknik Monitoring Media Sosial dan Media Massa untuk Penyusunan Narasi Strategis. Kegiatan yang berlangsung di Solo pada 29—30 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi penguatan citra institusi di tengah dinamisnya kebijakan birokrasi.

Dalam arahannya, Kepala Biro AAKK UIN Walisongo, Dr. H. M. Fatah, S.Ag., M.Ed., sempat berseloroh mengenai posisinya yang saat ini merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Biro AUPK. Sejak awal Desember, beliau kembali mengemban amanah ganda yang kini telah memasuki bulan kelima.

Poligami (jabatan) itu berat, ungkapnya sambil tersenyum, merujuk pada tanggung jawab besar yang harus dipikul saat memimpin dua lini sekaligus. Beliau juga membagikan pengalaman studi banding di UIN Sunan Ampel Surabaya, di mana aturan BKN terkait pembatasan masa tugas PLT selama 3 bulan diterapkan secara ketat untuk menjaga kesehatan organisasi.

Di hadapan pelaksana kehumasan dari tingkat universitas, fakultas, hingga unit kerja, Dr. Fatah menekankan bahwa humas harus bergerak cepat agar informasi tidak menjadi basi atau expired.

Informasi harus up-to-date. Kalau telat, ia hanya jadi barang alternatif yang tidak dilirik. Kita harus memanfaatkan momentum yang sedang hangat, tegasnya. Beliau juga mengingatkan agar data tidak disajikan secara mentah dan membosankan.

Narasi strategis itu harus seperti makanan renyah. Begitu orang melihat, mereka langsung tertarik dan mudah mencernanya. Jangan buat tulisan yang berat seperti buku filsafat. Data adalah rumus utamanya, tapi kemasannya harus menghibur dan informatif, tambahnya.

WhatsApp Image 2026 04 29 at 16.37.13

Dr. Fatah juga menyoroti kebijakan Penajaman Anggaran dari Kementerian Keuangan. Beliau menginstruksikan seluruh unit untuk segera mengakselerasi kegiatan sebelum adanya pengetatan lebih lanjut.

Beliau mengapresiasi langkah cepat pimpinan, seperti Bapak Rektor yang aktif melakukan live report dari lapangan, sebagai standar kerja yang harus diikuti oleh tim humas. Pimpinan kita sudah memberikan contoh gerak cepat. Kita harus tingkatkan skill agar tampilan publikasi kita, baik video maupun tulisan, bisa naik kelas dan tampil lebih profesional, tuturnya.

Menutup arahannya, beliau mewanti-wanti agar tidak ada praktik memblokir fakta atau menutupi informasi penting di lapangan. Humas harus mampu mengolah informasi secara jujur namun tetap strategis untuk kepentingan branding universitas, baik dalam bidang riset maupun pengabdian masyarakat

WhatsApp Image 2026 04 29 at 16.37.11

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *