UIN Walisongo Online, Tegal – Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan dan penguatan sosial kemasyarakatan kembali diwujudkan melalui peluncuran Balai Ternak “Harapan Ternak” sekaligus pembukaan Omah Mijil di Desa Danawarih, Kabupaten Tegal, Kamis (21/5/2026).
Program kolaboratif ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Tegal, Pemerintah Kabupaten Tegal, dan UIN Walisongo Semarang sebagai bentuk sinergi lintas lembaga dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor peternakan dan pengembangan ruang sosial masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Omah Mijil tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Akhmad Arif Junaidi, M.Ag, Bupati Kabupaten Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H., M.M., serta pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si.
Dalam sambutannya, Prof. Akhmad Arif Junaidi menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat melalui program-program pemberdayaan yang berdampak langsung. Menurutnya, peluncuran Balai Ternak “Harapan Ternak” menjadi contoh nyata implementasi pengabdian masyarakat yang terintegrasi antara pendidikan, riset, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ia menyampaikan bahwa UIN Walisongo berkomitmen mendukung keberlanjutan program melalui pendampingan, penguatan kapasitas masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor agar manfaat program dapat dirasakan secara luas dan berjangka panjang.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Tegal H. Ischak Maulana Rohman mengapresiasi sinergi yang dibangun antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan berbasis masyarakat. Ia menilai keberadaan Balai Ternak dan Omah Mijil dapat menjadi ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan sosial warga.
Menurutnya, program seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat melalui penguatan sektor produktif. Pemerintah Kabupaten Tegal, lanjutnya, mendukung penuh pengembangan program-program sosial produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Adapun pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad menekankan bahwa pengelolaan zakat harus diarahkan pada program-program yang produktif dan berkelanjutan. Ia menyebut Balai Ternak “Harapan Ternak” sebagai bagian dari model pemberdayaan mustahik yang diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Menurutnya, zakat tidak hanya memiliki fungsi karitatif, tetapi juga strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi umat. Karena itu, BAZNAS terus mendorong lahirnya program-program berbasis komunitas yang dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi secara nyata.

Selain peluncuran Balai Ternak, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan Omah Mijil sebagai ruang pemberdayaan dan pengembangan aktivitas sosial masyarakat. Kehadiran Omah Mijil diharapkan menjadi pusat kolaborasi, edukasi, dan penguatan komunitas warga di Desa Danawarih dan sekitarnya.
Program ini juga tidak lepas dari peran dan prakarsa Prof. Dr. H. M. Mukhsin Jamil, M.Ag yang selama ini aktif membimbing dan menginisiasi penguatan kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan lembaga filantropi dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis keumatan.
Melalui sinergi berbagai pihak tersebut, Balai Ternak “Harapan Ternak” dan Omah Mijil diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, produktif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.




