Hadir di UIN Walisongo, Stafsus dan Staf Ahli Menag Imbau Kampus Tingkatkan Kualitas Informasi Publik – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Jajaran civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mendapat suntikan strategi baru langsung dari Kemenag RI. Kehadiran Staf Khusus (Stafsus) dan Staf Ahli Menteri Agama RI dalam acara “Peningkatan Pelayanan Informasi di PTKIN, Mewujudkan Kampus Informatif” di Ruang Teater Gedung KH Saleh Darat (5/6/2026), menjadi momentum penting bagi arah kebijakan komunikasi publik kampus.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyambut hangat kehadiran para pejabat Kementerian Agama (Kemenag) tersebut. Menurutnya, pandangan dan arahan dari Stafsus dan Staf Ahli merupakan berkah sekaligus komitmen nyata pusat untuk mendorong UIN Walisongo bersaing di level tertinggi.

“Tentu kita sangat khusnuzon, sebagaimana kata Rasulullah, tamu itu selalu membawa berkah. Terima kasih atas kehadiran Stafsus dan Staf Ahli. Semoga semua ini bagian dari komitmen untuk mengembangkan institusi kita,” ujar Prof. Musahadi.

Rektor juga memompa semangat seluruh jajarannya agar optimis menatap persaingan antar-perguruan tinggi yang semakin ketat. “Universitas saat ini luar biasa bersaing, kalau kita tidak punya strategi yang bagus, kita akan kalah saing. Kita juga hebat, tidak perlu minder dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tegasnya.

IMG 2783

Stafsus Menag Uji Kinerja Rektor Lewat AI, Minta Publikasi Masif

Apresiasi sekaligus tantangan besar disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Ismail Cawidu, M.Si. Di hadapan peserta, Dr. Ismail mengungkapkan hal unik di mana ia sempat menguji responsivitas dan rekam jejak digital rektor baru yang belum genap tiga bulan memimpin tersebut menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Sebagai salah satu indikator utama keberhasilan kepemimpinan universitas, Dr. Ismail menekankan pentingnya mempertahankan predikat Kampus Informatif. Ia mengingatkan bahwa keterlibatan langsung Rektor dalam penilaian, khususnya pada sesi wawancara, akan menjadi poin penentu yang krusial.

“UIN Walisongo Semarang merupakan kampus informatif. Salah satu indikator keberhasilan rektor adalah kampusnya sudah meraih predikat informatif atau belum. Usahakan predikat informatif ini dipertahankan tahun ini dan tahun-tahun ke depan,” ujar Dr. Ismail.

Guna memperkuat gaung institusi di bawah naungan kementerian, Dr. Ismail juga menginstruksikan langkah konkret dalam pola komunikasi humas kampus. Ia meminta agar seluruh kegiatan lembaga wajib diberitakan secara masif ke publik.

IMG 2803

Staf Ahli Menag Ingatkan Bahaya Clipper Creator di Era Post-Truth

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kemenag, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si., memaparkan tantangan berat yang dihadapi dunia kehumasan PTKIN di era digital saat ini. Prof. Iswandi menyoroti fenomena era post-truth dan maraknya para “clipper creator”—pihak-pihak yang sengaja memotong video atau informasi demi memanipulasi algoritma media sosial dan mencari keuntungan komersial tanpa memedulikan konteks yang utuh.

Menurutnya, isu keagamaan adalah komoditas yang sangat sensitif dan paling mudah menarik perhatian audiens digital. Oleh karena itu, tantangan asimetris ini tidak bisa lagi dihadapi dengan manajemen informasi yang konvensional.

Prof. Iswandi menegaskan pentingnya penguatan literasi digital dan pengelolaan informasi publik yang cerdas, transparan, namun tetap penuh kehati-hatian—terutama yang menyangkut masalah tata kelola keuangan serta administrasi lembaga agar tidak menjadi bola liar di media sosial.

Melalui arahan strategis dari Stafsus dan Staf Ahli Menag ini, UIN Walisongo Semarang di bawah kepemimpinan Prof. Musahadi diharapkan mampu menyusun langkah taktis dalam keterbukaan informasi, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai PTKIN yang kredibel dan siap bersaing di kancah nasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *