#EduparkFestival, Prodi PGMI Tunjukkan Cara Seru Belajar Sastra di Luar Kelas – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Suasana Edupark Kampus 2 UIN Walisongo Semarang mendadak riuh dan penuh warna pada Jumat (05/06). Ratusan pasang mata penonton tampak terpukau menyaksikan jajaran mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) FTIK UIN Walisongo Semarang yang tengah unjuk gigi dalam gelaran seni bertajuk #EduparkFestival.

Festival budaya yang dikemas apik secara outdoor ini menampilkan tiga pementasan drama legendaris nusantara, yaitu lakon Bawang Merah dan Bawang Putih, kisah kepahlawanan Ramayana, serta cerita rakyat Ande Ande Lumut. Menariknya, pementasan ini disajikan dengan sentuhan visual dan kostum yang megah layaknya sebuah pertunjukan profesional.

Bukan Sekadar Pentas, Melainkan Uji Kompetensi Riil

Pertunjukan teatrikal ini bukan sekadar ajang hiburan kampus biasa. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses akademik mahasiswa, tepatnya sebagai pemenuhan instrumen penilaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Dosen pengampu mata kuliah, Aam Kamil, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi muara dari seluruh teori yang telah dipelajari mahasiswa di dalam kelas selama satu semester penuh.

“Pertunjukan luar biasa hari ini merupakan bentuk penilaian riil dari CPMK 4 pada mata kuliah Literasi Kesastraan di Pendidikan Dasar. Kami tidak ingin mahasiswa PGMI hanya sekadar mandek membaca teori sastra di buku. Sebagai calon pendidik di tingkat dasar, mereka harus mampu menginternalisasi nilai moral, merancang media pembelajaran berbasis seni, sekaligus mempraktikkan langsung bagaimana literasi sastra itu dihidupkan secara nyata dan menarik,” ujar Aam Kamil di sela-sela acara.

Ia juga menambahkan, pemilihan tempat di ruang terbuka (Edupark) bertujuan untuk memberikan suasana belajar yang menyatu dengan alam serta melatih mentalitas adaptif mahasiswa di luar ruang kelas konvensional.

Antusiasme Tinggi dan Kerja Keras Mahasiswa

Apresiasi dan decak kagum tidak hanya datang dari jajaran dosen, tetapi juga dari sesama mahasiswa lintas program studi yang memadati area Edupark. Kerja keras berbulan-bulan untuk mempersiapkan naskah, properti, hingga koreografi terbayar lunas dengan riuhnya tepuk tangan penonton di setiap akhir babak cerita.

Naily Iffatul Maula, salah satu mahasiswa yang ikut terlibat dalam pementasan tersebut, mengungkapkan rasa bangga sekaligus harunya atas kelancaran acara ini.

“Jujur, proses persiapannya sangat menantang karena kami harus membagi waktu antara kuliah, latihan akting, dan menyusun properti panggung secara mandiri. Namun, melihat antusiasme penonton seramai ini di Edupark, rasa lelah kami langsung hilang. Melalui pemenuhan CPMK 4 Literasi Kesastraan ini, kami belajar banyak hal berharga—bukan cuma soal bagaimana menjadi aktor di panggung, tapi tentang kerja sama tim, manajemen konflik, dan bagaimana nantinya kami bisa mengajarkan sastra secara menyenangkan kepada anak-anak didik kami kelak,” tutur Gendis dengan mata berbinar.

Dengan suksesnya gelaran #EduparkFestival tahun 2026 ini, prodi PGMI UIN Walisongo Semarang kembali membuktikan berkomitmennya dalam melahirkan calon-calon guru madrasah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kreatif, inovatif, dan berwawasan budaya luas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *