UIN Walisongo Online, Semarang – Di tengah arus kompetisi perguruan tinggi yang semakin ketat, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menegaskan kesiapannya untuk terus melaju dan bersaing di kancah nasional maupun internasional. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam acara bertajuk “Peningkatan Pelayanan Informasi di PTKIN, Mewujudkan Kampus Informatif” yang digelar di Ruang Teater Gedung KH Saleh Darat pada Jumat (5/6/2026).
Dalam sambutannya yang penuh optimisme, Prof. Musahadi mengingatkan jajarannya akan pentingnya memiliki strategi yang matang agar tidak kalah saing dalam ekosistem pendidikan yang luar biasa kompetitif saat ini.
“Universitas saat ini luar biasa bersaing, kalau kita tidak punya strategi yang bagus, kita akan kalah saing. Kita juga hebat, tidak perlu minder dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ujar Prof. Musahadi memompa semangat seluruh civitas akademika.
Acara ini turut dihadiri oleh Staf Khusus (Stafsus) dan Staf Ahli Menteri Agama RI, yang dinilai Rektor sebagai momentum besar bagi pengembangan institusi. Prof. Musahadi meyakini bahwa kehadiran para pejabat Kementerian Agama (Kemenag) ini akan membawa informasi mutakhir yang krusial bagi masa depan kampus.
“Tentu kita sangat husnuzan, sebagaimana kata Rasulullah, tamu itu selalu membawa berkah. Terima kasih atas kehadiran Stafsus dan Staf Ahli Kemenag RI. Semoga semua ini bagian dari komitmen untuk mengembangkan institusi kita,” tambahnya.

Pertahankan Rekor 5 Tahun Berturut-turut sebagai “Kampus Informatif”
Apresiasi tinggi juga datang dari pusat. Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Ismail Cawidu, M.Si., yang hadir sebagai pembicara, memberikan pujian sekaligus tantangan bagi rektor baru yang belum genap tiga bulan memimpin tersebut. Dr. Ismail mengungkapkan bahwa dirinya sempat menguji kinerja sang rektor melalui kecerdasan buatan (AI) untuk melacak apa saja yang sudah dilakukan dalam 3 bulan pertama kepemimpinannya.
Secara khusus, Dr. Ismail menyoroti prestasi gemilang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Walisongo yang sukses meraih predikat “Informatif” selama 5 tahun berturut-turut dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Prestasi monumental ini menjadi standar tinggi yang kini berada di pundak kepemimpinan baru.
“UIN Walisongo Semarang merupakan kampus informatif, bahkan mampu mempertahankannya selama 5 tahun berturut-turut. Ini prestasi yang luar biasa. Salah satu indikator keberhasilan rektor adalah kampusnya sudah meraih predikat informatif atau belum. Usahakan prestasi emas ini terus dipertahankan tahun ini dan tahun-tahun ke depan,” tegas Dr. Ismail.
Ia juga mengingatkan bahwa pada penilaian akhir nanti, kehadiran dan keterlibatan langsung rektor dalam sesi wawancara akan menjadi poin penentu. Sebagai langkah konkret, Dr. Ismail meminta agar seluruh kegiatan lembaga wajib diberitakan secara masif ke publik, guna memperkuat sinergi publikasi di bawah naungan Kementerian Agama.
Menavigasi Era Post-Truth dan Keterbukaan Informasi
Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kemenag, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si., memaparkan tantangan berat dunia humas dan pengelolaan informasi di era digital. Ia menyoroti fenomena era post-truth dan maraknya para “clipper creator”—pihak-pihak yang kerap memotong video atau informasi demi algoritma media sosial dan keuntungan komersial tanpa memedulikan konteks utuh.
Prof. Iswandi menekankan bahwa isu keagamaan adalah isu yang paling sensitif dan paling mudah menarik perhatian audiens. Oleh karena itu, tantangan asimetris di media sosial ini tidak bisa lagi dilawan dengan cara-cara biasa. Kuncinya ada pada literasi digital dan pengelolaan informasi publik yang cerdas, transparan, namun tetap hati-hati, terutama yang berkaitan dengan masalah tata kelola keuangan dan administrasi lembaga.

Dengan modal prestasi 5 tahun berturut-turut sebagai kampus informatif serta komitmen kuat dari Rektor Prof. Musahadi, UIN Walisongo Semarang optimis mampu menavigasi tantangan keterbukaan informasi ini, sekaligus membuktikan diri sebagai PTKIN unggulan yang siap berdiri sejajar dengan kampus-kampus besar lainnya di Indonesia.




