UIN Walisongo Perkuat Jejaring Internasional melalui Penandatanganan MoU dengan Tiga Institusi Pendidikan Tinggi Malaysia – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga institusi pendidikan tinggi Islam dari Malaysia, yaitu Universiti Sultan Azlan Shah, Kolej Universiti Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra, dan Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan pada Kamis (24/06/2026).

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di sela-sela kegiatan The 15th Annual General Meeting of the Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang diselenggarakan di Jakarta. Forum tahunan ini menjadi ajang strategis bagi perguruan tinggi Islam di Asia untuk memperkuat kolaborasi akademik, memperluas jejaring internasional, serta merumuskan berbagai inisiatif bersama dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era global.

Kehadiran UIN Walisongo dalam forum AIUA sekaligus menegaskan komitmen universitas untuk terus memperluas kemitraan internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi menjadi universitas riset yang unggul dan bereputasi global.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyampaikan bahwa kerja sama yang terjalin dalam momentum AIUA ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam membangun peradaban dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Forum AIUA memberikan ruang yang sangat penting bagi perguruan tinggi Islam untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Penandatanganan MoU dengan USAS, KIAS, dan IKDAR merupakan bagian dari komitmen UIN Walisongo untuk memperluas jejaring akademik global serta meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi melalui kerja sama internasional yang konkret dan berdampak,” ujar Prof. Musahadi.

Menurutnya, kolaborasi lintas negara tidak hanya membuka peluang mobilitas akademik bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam menjawab berbagai isu global.

“Di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks, perguruan tinggi Islam perlu hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan program-program unggulan yang memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional maupun internasional,” tambahnya.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang strategis, antara lain:

•             Pertukaran mahasiswa dan dosen;

•             Kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah;

•             Penyelenggaraan seminar, konferensi, dan lokakarya internasional;

•             Pengembangan kurikulum dan program akademik;

•             Penguatan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan dan program pengembangan keterampilan;

•             Pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi internasional.

Delegasi dari USAS, KIAS, dan IKDAR menyambut positif kerja sama tersebut dan menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti MoU melalui berbagai program implementatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika masing-masing institusi.

Melalui penandatanganan MoU yang berlangsung dalam forum bergengsi AIUA ini, UIN Walisongo semakin memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang aktif membangun jejaring internasional dan mendorong kolaborasi global untuk kemajuan pendidikan, penelitian, dan pengembangan peradaban Islam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *