Komitmen Global Excellence, Rektor UIN Walisongo dan Project Manager ACQUIN Tutup Rangkaian Visitasi Akreditasi Internasional – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses menyelesaikan seluruh rangkaian proses visitasi lapangan (site visit) dalam rangka akreditasi internasional bersama Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN). Momen bersejarah yang menandai langkah besar kampus dalam memperkuat posisi di kancah internasional ini ditutup secara resmi melalui Closing Ceremony yang berlangsung penuh khidmat dan kehangatan di Ruang Teater Rektorat, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Rabu malam (22/07/2026).

Acara penutupan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan, ketua lembaga, tim Penjaminan Mutu, para Kaprodi dan Sekprodi, serta para asesor dan perwakilan dari lembaga akreditasi ternama asal Jerman tersebut.

Dalam closing remarks-nya, Project Manager ACQUIN, Mr. Robert Raback, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas keterbukaan, kesiapan, dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika UIN Walisongo Semarang selama enam hari proses visitasi yang intensif.

“Beberapa hari lalu kita berkumpul di sini untuk memulai prosedur ini, dan kini setelah enam hari yang sukses, ada banyak hal bernilai yang berhasil kita pelajari bersama secara dua arah. Prosedur akreditasi ini bukanlah akhir, melainkan sebuah awal dari lompatan yang lebih besar. Ini adalah momentum bagi UIN Walisongo Semarang untuk semakin memperluas jangkauan internasionalisasi, meningkatkan kolaborasi riset global, serta menegaskan identitas unggulnya di tingkat dunia,” ujar Mr. Robert Raback dalam sambutannya.

ACQUIN3

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam closing address-nya tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian serta kerja keras seluruh tim yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa proses akreditasi internasional ini merupakan wujud nyata dari komitmen pilar rencana strategis (strategic plan) UIN Walisongo untuk membangun atmosfer akademik berkualifikasi global.

“Sangat sulit untuk melukiskan betapa bahagianya kami hari ini. Ini adalah hasil dari kerja keras dan persiapan panjang selama bertahun-tahun. Jika dahulu sangat sulit menemukan tenaga pendidik yang fasih berbahasa asing, kini kapasitas SDM kita melesat pesat. Dosen-dosen kita di berbagai fakultas telah mampu beradaptasi dan fasih berkomunikasi tidak hanya dalam bahasa Inggris, tetapi juga bahasa Jerman dan Arab,” ungkap Prof. Musahadi.

Lebih lanjut, Prof. Musahadi menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada tim ACQUIN, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang, para Wakil Rektor, Dekan, hingga staf akademisi yang telah mengawal jalannya akreditasi pada tiga kluster program studi yang divisitasi. Beliau menekankan bahwa seluruh masukan, rekomendasi, dan catatan dari para pakar ACQUIN akan dijadikan pijakan utama dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), baik pada sektor akademik maupun non-akademik, pengembangan mahasiswa, hingga publikasi ilmiah internasional.

ACQUIN0 3

Suasana penutupan semakin hangat ketika Prof. Musahadi mencairkan suasana dengan seloroh khasnya mengenai kerumitannya menyampaikan bait puisi atau pantun dalam bahasa Inggris di hadapan para tamu internasional, yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Selesainya rangkaian site visit ini menandai kesiapan UIN Walisongo Semarang untuk melangkah ke tahap penetapan hasil akhir oleh Dewan Akreditasi ACQUIN. Langkah ini diharapkan semakin mengukuhkan reputasi UIN Walisongo sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang unggul, berdaya saing global, serta menjadi pusat kemanusiaan dan peradaban.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *