UIN Walisongo Online, India – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dalam memperkuat kontribusi akademik di tingkat global kembali ditunjukkan melalui partisipasi Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Prof. Dr. Elizabeth, sebagai pembicara dalam International Conference on “Enhancing Productivity and Global Competitiveness of MSMEs” yang diselenggarakan oleh Federation of Small & Medium Industries (FOSMI), West Bengal, India, dengan dukungan Ministry of MSME, Government of India, pada Jumat (24/7/2026) di NOXX Residency, Howrah, Kolkata India.
Konferensi internasional tersebut menjadi ajang strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, pelaku usaha, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat global.
Dalam forum tersebut, Prof. Elizabeth mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Social Capital, Community Networks, and MSME Competitiveness: A Study of Community-Based Economic Ecosystems in Indonesia.” Melalui penelitian tersebut, ia memaparkan bagaimana penguatan modal sosial, jejaring komunitas, dan kolaborasi masyarakat mampu menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia.
Studi yang dipresentasikan mengambil kasus pada komunitas RANGKUL Semarang serta pengembangan Pasar Rakyat Minggu Pagi Ngaliyan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat yang mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi berbasis komunitas. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penguatan hubungan sosial dan kolaborasi antarpemangku kepentingan mampu menciptakan model pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi.
Paparan Prof. Elizabeth mendapat apresiasi tinggi dari para peserta konferensi. Seusai sesi presentasi, sejumlah akademisi, pelaku usaha, dan peserta dari berbagai negara berdiskusi secara langsung mengenai peluang pengembangan kerja sama internasional dalam bidang pemberdayaan UMKM.
Beberapa pelaku usaha menyampaikan ketertarikannya untuk mengimpor produk-produk UMKM Indonesia, seperti kerupuk bekatul dan gula aren. Selain itu, muncul pula berbagai tawaran kolaborasi dalam bidang pelatihan pemasaran digital, pengembangan kapasitas UMKM, hingga pertukaran pengalaman mengenai praktik-praktik pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, Prof. Elizabeth turut membawa berbagai produk UMKM yang dihasilkan oleh komunitas yang menjadi objek penelitiannya. Kehadiran produk tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dikembangkan di Indonesia sekaligus menarik perhatian peserta konferensi internasional.
Menurut Prof. Elizabeth, antusiasme peserta menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi UMKM di berbagai negara memiliki karakteristik yang relatif sama sehingga diperlukan ruang kolaborasi untuk saling berbagi praktik baik dalam memperkuat daya saing ekonomi masyarakat.
“Konferensi ini menunjukkan bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh teknologi, akses permodalan, atau kapasitas produksi. Pengalaman Indonesia membuktikan bahwa modal sosial, jejaring komunitas, dan semangat gotong royong merupakan fondasi penting dalam membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing global. Karena itu, kolaborasi lintas negara menjadi sangat penting agar kita dapat saling belajar dan saling menguatkan,” ujar Prof. Elizabeth.
Ia menambahkan bahwa tingginya perhatian peserta terhadap pengalaman Indonesia menjadi bukti bahwa praktik-praktik pemberdayaan masyarakat yang berkembang di tingkat lokal memiliki nilai strategis dan relevansi untuk dikembangkan dalam konteks internasional.
Keikutsertaan Prof. Elizabeth dalam konferensi tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui kontribusi akademik yang berdampak bagi masyarakat. Partisipasi ini sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan India, khususnya dalam bidang penelitian, pengembangan kapasitas, serta pemberdayaan UMKM berbasis masyarakat.
Melalui kiprah para dosennya di berbagai forum internasional, UIN Walisongo Semarang terus berkomitmen menghadirkan hasil-hasil penelitian yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat serta pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.




