UIN Walisongo Terima Audiensi Rumah Muallaf Kota Semarang, Jajaki Kerja Sama Pembinaan Mualaf – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – UIN Walisongo Semarang menerima audiensi Rumah Muallaf Kota Semarang dalam rangka penjajakan rencana kerja sama pembinaan mualaf, Rabu (29/7/2026). Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Walisongo mulai pukul 09.00 WIB.

Audiensi ini dihadiri Wakil Rektor III UIN Walisongo, para Wakil Dekan III dari delapan fakultas, staf ahli Wakil Rektor III, serta tim Kerja Sama, Kehumasan, dan Hukum (KKH). Dari pihak Rumah Muallaf Kota Semarang hadir Ketua Rumah Muallaf beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Ketua Rumah Muallaf Kota Semarang, Nur Fuad, menyampaikan latar belakang rencana kerja sama ini. Ia menjelaskan bahwa lembaganya menampung para mualaf dengan pemahaman keagamaan yang moderat, sehingga dinilai sejalan dengan visi UIN Walisongo.

“Rumah muallaf menampung muallaf yang ada berada pada level moderat, begitupun sumbernya dari kitab-kitab yang moderat, maka dari itu, ini selaras dengan visi UIN Walisongo yang moderat,” ujarnya.

Nur Fuad menambahkan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki kemungkinan kerja sama lebih lanjut antara kedua lembaga.

“Audiensi ini merupakan pembahasan rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rumah Muallaf Kota Semarang dengan UIN Walisongo,” tambahnya.

WhatsApp Image 2026 07 29 at 11.48.59

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Walisongo, Dr. Ummul Baroroh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kedatangan rombongan Rumah Muallaf Kota Semarang. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi para mualaf agar tidak kembali ke keyakinan sebelumnya setelah memeluk Islam.

“Rumah muallaf memiliki peran penting, karena orang yang baru masuk Islam (muallaf) kalau setelah itu tidak ada yang membina, maka akan ada potensi untuk balik lagi ke agama sebelumnya. Maka dari itu, rumah muallaf penting untuk memberi bimbingan dan sebagai rumah. Ini juga sejalan dengan tridarma perguruan tinggi,” tuturnya.

Ummul Baroroh menambahkan, keberadaan delapan fakultas dengan beragam disiplin ilmu di UIN Walisongo membuka peluang luas bagi kolaborasi lintas bidang dalam mendukung program pembinaan mualaf tersebut.

“Kami di UIN ada delapan fakultas, dengan berbagai disiplin ilmu, silakan nanti dari berbagai fakultas bisa untuk mengoptimalkan dan mengambil peran,” pungkasnya.

Usai sesi sambutan, audiensi dilanjutkan dengan diskusi lebih mendalam mengenai bidang-bidang kerja sama yang dapat dijajaki oleh kedua belah pihak, sebagai langkah awal menuju penyusunan naskah kerja sama antara UIN Walisongo Semarang dan Rumah Muallaf Kota Semarang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *