DWP Bimas Islam Kemenag RI Kunjungi Planetarium UIN Walisongo – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang — Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI bersama Faizah Cholil, Kamis (17/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus pengenalan edukasi astronomi dan ilmu falak. Dalam kesempatan itu, Faizah Cholil mendorong penguatan budaya pelayanan melalui konsep 7S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun, Siaga, dan Solutif.

Faizah Cholil menyampaikan bahwa pelayanan yang baik tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga bagaimana setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang nyaman sejak pertama kali datang.

Menurutnya, Planetarium memiliki posisi strategis sebagai ruang edukasi yang dapat memperkenalkan astronomi kepada masyarakat dengan cara yang menyenangkan. Kehadiran keluarga juga dinilai penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap ilmu pengetahuan.

Konsep 7S dinilai relevan dengan karakter Planetarium UIN Walisongo yang melayani berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat umum. Penerapannya diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja, baik dalam menyambut pengunjung, memandu pertunjukan di ruang dome, memberikan edukasi astronomi, maupun mendampingi kegiatan observasi.

Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., M.Si., menyambut baik kunjungan dan masukan tersebut. Ia menilai penguatan budaya pelayanan sejalan dengan upaya Planetarium meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Planetarium bukan hanya tempat untuk melihat dan mengenal benda-benda langit. Lebih dari itu, kami ingin setiap pengunjung mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, sekaligus merasakan pelayanan yang ramah dan profesional,” ungkapnya.

Arif menambahkan, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan Planetarium. Kompetensi di bidang astronomi dan ilmu falak perlu berjalan beriringan dengan kemampuan komunikasi serta kepekaan terhadap kebutuhan pengunjung.

Selain penguatan pelayanan, rombongan diperkenalkan dengan berbagai fasilitas dan program Planetarium serta Observatorium UIN Walisongo. Pertunjukan di ruang dome menghadirkan pembelajaran mengenai tata surya, planet, bintang, galaksi, dan berbagai fenomena astronomi secara menarik dan mudah dipahami.

Sementara itu, Observatorium mengembangkan kegiatan pengamatan benda langit dan kajian ilmu falak yang berkaitan dengan kebutuhan umat Islam, seperti penentuan arah kiblat, waktu salat, awal bulan Hijriah, gerhana, dan rukyatul hilal.

Kunjungan tersebut melengkapi rangkaian silaturahmi antara UIN Walisongo dan Kementerian Agama RI. Sehari sebelumnya, jajaran Bimas Islam Kemenag RI Pusat juga berkunjung langsung ke Planetarium untuk melihat pengembangan edukasi astronomi dan ilmu falak.

Rangkaian kunjungan ini sekaligus membuka ruang penguatan sinergi kelembagaan dalam pengembangan pendidikan astronomi, ilmu falak, dan layanan edukasi kepada masyarakat.

Melalui penguatan fasilitas, program edukasi, kompetensi sumber daya manusia, dan budaya pelayanan 7S, Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan astronomi yang berkualitas, ramah, dan memberikan pengalaman belajar yang berkesan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *