UIN Walisongo Bekali 332 Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 87, Siap Mengabdi di Kabupaten Semarang – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – UIN Walisongo Online – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang membekali mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 87 sebelum diterjunkan ke masyarakat. Pembekalan dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Kiai Saleh Darat, Selasa (13/10/2026), dengan diikuti perwakilan peserta dari setiap posko, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Camat Ambarawa beserta jajaran pimpinan UIN Walisongo Semarang.

KKN Reguler Angkatan 87 akan berlangsung pada 20 Oktober hingga 3 Desember 2026 di Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Sebanyak 332 mahasiswa akan ditempatkan di 22 posko, yang terdiri dari sembilan posko di Kecamatan Ambarawa dan 13 posko di Kecamatan Susukan, dengan didampingi 12 dosen pembimbing lapangan.

Kegiatan KKN kali ini mengusung tema “Science for Community: Integrasi Pendidikan, Kesehatan, dan Nilai Keagamaan untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

UIN Walisongo Semarang yang merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia terus mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui program KKN, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam menjawab persoalan nyata di lingkungan masyarakat.

Sambutan Rektor UIN Walisongo Semarang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar rutinitas akademik yang harus diselesaikan mahasiswa, melainkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus mengamalkan ilmu pengetahuan.

IMG 9374

“KKN menjadi keniscayaan bagi mahasiswa untuk mendarmabaktikan ilmu yang dimiliki. Ketika berada di desa, kita juga belajar. Jadi, bukan hanya masyarakat yang belajar dari mahasiswa, tetapi mahasiswa juga belajar dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik UIN Walisongo Semarang selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, mahasiswa yang membawa nama perguruan tinggi akan menjadi representasi lembaga di tengah masyarakat sehingga setiap tindakan dan perilaku perlu dijaga.

“Ketika membawa nama UIN Walisongo, berarti membawa nama besar lembaga. Masyarakat akan lebih memperhatikan kita. Karena itu, hal-hal kecil yang kurang tepat pun bisa menjadi persoalan. Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik UIN Walisongo,” katanya.

Lebih lanjut, Imam Yahya menjelaskan bahwa KKN merupakan media akademik untuk mengembangkan keterampilan, kemampuan kepemimpinan (leadership), serta membangun relasi sosial. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan beradaptasi.

Mahasiswa juga didorong untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya dirasakan selama masa penugasan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi daerahnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas dengan baik, membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat, serta memanfaatkan masa pengabdian sebagai ruang belajar dan pengembangan diri.

“Jadikan KKN sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun relasi. Semoga seluruh mahasiswa berangkat dalam keadaan sehat dan kembali juga dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Melalui KKN Reguler Angkatan 87, UIN Walisongo Semarang berharap mahasiswa mampu menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui integrasi pendidikan, kesehatan, dan nilai-nilai keagamaan. Pengabdian ini sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

IMG 9370

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *