Workshop Akreditasi S2 KPI FDK UIN Walisongo Dorong Tim Solid dan Budaya Mutu Berkelanjutan – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang, – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Workshop Persiapan Akreditasi Program Studi Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan bertema “Membangun Budaya Mutu Berkelanjutan Menuju Reakreditasi Unggul Program Studi Magister KPI” ini berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai II Kampus III FDK UIN Walisongo.

Selain tim reakreditasi S2 KPI, workshop ini turut mengundang program studi S2 lain di lingkungan UIN Walisongo Semarang agar bisa saling belajar tentang persiapan akreditasi.

Workshop menghadirkan tiga narasumber: Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo, Dr. Saminanto, M.Si.; Asesor LAMGAMA UIN Walisongo, Prof. Dr. Ilyas Supena, M.Ag.; dan Asesor LAMGAMA UIN SAIZU Purwokerto, Prof. Dr. Abdul Basit, M.Ag.

Acara dibuka dengan pengenalan tim reakreditasi, kemudian pengarahan awal sekaligus pembukaan oleh Wakil Dekan 1 FDK, Dr. Ibnu Fikri. Ketua Program Studi S2 KPI, Dr. Ema Hidayanti, S.Sos., M.S.I., juga menyampaikan laporan sekaligus memberi semangat kepada peserta workshop.

 “Workshop ini diharapkan dapat membuat reakreditasi S2 KPI ini sukses.” ujarnya. Ia mengajak seluruh tim menyatukan semangat demi suksesnya akreditasi.

Pada sesi pertama, Dr. Saminanto memaparkan penguatan budaya mutu melalui soliditas, komitmen, dan tanggung jawab kolektif tim.

WhatsApp Image 2026 10 28 at 11.23.221

Sesi kedua diisi Prof. Ilyas Supena dengan sosialisasi dan bedah instrumen LAMGAMA sebagai strategi mempertahankan akreditasi Unggul. Prof. Ilyas juga menjelaskan spektrum CRAM, yakni empat pilar utama pembentuk arsitektur mutu: culture (budaya), relevance (relevansi), accountability (akuntabilitas), dan mission (misi). Ia juga menekankan empat sasaran mutu, yaitu membangun alur bukti kinerja yang logis. Pembahasan kemudian langsung masuk ke praktik dengan membuka 61 butir penilaian, dan peserta diingatkan tentang kekeliruan umum (common fallacy) dalam penyusunan dokumen akreditasi. Sesi ini dimoderatori M. Alfandi, M.Ag.

Sesi kedua diisi oleh Prof. Abdul Basit tentang strategi penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) berorientasi unggul dari perspektif asesor eksternal.

Melalui kegiatan ini, FDK berupaya memperkuat koordinasi dan budaya mutu agar Program Studi Magister KPI siap menghadapi reakreditasi dan mempertahankan predikat Unggul.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *