uinws

uinws

Gerbang Utama Cetak Generasi Unggul dan Moderat – UIN Walisongo

Gerbang Utama Cetak Generasi Unggul dan Moderat – UIN Walisongo

​UIN Walisongo Online, Jakarta, 28 Juni 2026 – Tren ketertarikan generasi muda untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini mengemuka dalam forum Scoring dan Sidang Kelulusan Ujian Masuk (UM-PTKIN) 2026 yang digelar…

Tembus Batas, Sinyal, dan Jarak – UIN Walisongo

Tembus Batas, Sinyal, dan Jarak – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang — Perjalanan menjadi seorang pendidik profesional tidak selalu dimulai dari ruang kelas yang tenang dan nyaman. Bagi sebagian besar peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahap 4 Tahun 2025 LPTK UIN Walisongo Semarang, gelar profesi…

Kampus Harus Menjadi Pusat Keunggulan Akademik Sekaligus Penjaga Otoritas Keagamaan – UIN Walisongo

Kampus Harus Menjadi Pusat Keunggulan Akademik Sekaligus Penjaga Otoritas Keagamaan – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Jakarta – Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar, menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri memiliki peran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berperan sebagai Lembaga dakwah. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada acara Koordinasi Skoring, Simulasi, dan Sidang Kelulusan UM-PTKIN Tahun 2026 di Jakarta. Menurut Menteri Agama, keberadaan UIN dan IAIN, harus dipahami sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan ilmu pengetahuan sekaligus sebagai lembaga dakwah yang menanamkan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, serta akhlak mulia kepada masyarakat.  Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan bahwa pengembangan mutu akademik PTKIN harus berjalan seiring dengan penguatan peran sosial-keagamaan. Perguruan tinggi Islam dituntut melahirkan lulusan yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap memiliki integritas moral, kepedulian sosial, serta kemampuan menjadi agen dakwah yang mencerahkan di tengah dinamika masyarakat. Menurutnya, insan akademik mempunyai 3 tingkatan yakni ilmuan, intelektual dan cendikiawan.  Bagi UIN   Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, MA. mengingatkan adanya dinamika baru dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Ia menilai telah terjadi pergeseran otoritas keagamaan, di mana dalam beberapa tahun terakhir pesantren semakin tampil sebagai rujukan utama masyarakat dalam berbagai persoalan keislaman. Fenomena tersebut, menurutnya, harus menjadi refleksi bagi UIN  Lebih lanjut, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan keilmuan dan meningkatkan daya saing global. Namun demikian, transformasi tersebut tidak boleh menghilangkan khittah utama PTKIN sebagai institusi pencetak ahli agama. Integrasi ilmu pengetahuan harus tetap berpijak pada penguatan studi-studi keislaman, sehingga lulusan UIN tidak hanya unggul dalam disiplin ilmu umum, tetapi juga memiliki kedalaman kompetensi keagamaan yang menjadi identitas utama perguruan tinggi Islam.  Melalui Koordinasi Rektor, Wakil Relktor 1 dan PTID, tellah ditetapkan Kelulusan UM-PTKIN Tahun 2026. Kementerian Agama menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat kualitas PTKIN sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, dan penguatan dakwah Islam yang moderat. Dengan sinergi antara peningkatan mutu akademik, penguatan tradisi keilmuan Islam, dan pengabdian kepada masyarakat, UIN