UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses menggelar acara Pra-Launching Buku “Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif” pada Senin pagi (6/7/2026). Buku ini didedikasikan untuk mengulas tuntas perjalanan hidup, sumbangsih ilmiah, serta keteladanan Prof. Dr. M. Erfan Soebahar, M.Ag., seorang Guru Besar sekaligus ulama terkemuka di bidang Ilmu Hadis yang saat ini aktif ber-homebase di Program Studi Ilmu Hadis UIN Walisongo Semarang.
Peluncuran mahakarya biografi ini menarik perhatian luas dari berbagai kalangan, terutama karena sorotan mendalam yang diberikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dalam catatan pengantarnya yang dibedah pada acara tersebut, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menegaskan bahwa Prof. Erfan Soebahar bukan sekadar seorang akademisi atau pendidik biasa, melainkan sosok “Guru Bangsa” yang kontribusinya sangat nyata bagi umat dan negara.
Dari sudut pandang Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023 dan 2025–2030 tersebut, Prof. Erfan adalah representasi ulama ideal yang mampu menanamkan ilmu dengan keteduhan.
“Beliau adalah sosok ulama yang menanamkan ilmu dengan keteduhan, membimbing dengan keteladanan, serta mengajarkan nilai-nilai Islam dengan wajah yang ramah, moderat, dan menyejukkan,” ungkap Taj Yasin dalam testimoninya.
Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang dinamis, langkah pengabdian Prof. Erfan terbukti tidak hanya mencerdaskan akal secara intelektual, tetapi juga mampu menyentuh hati dan membangun fondasi peradaban yang berkeadaban.

Lebih lanjut, Taj Yasin menilai bahwa di usia yang kini menginjak 70 tahun, perjalanan hidup sang muhaddits ibarat lentera yang terus menyala terang. Usia sama sekali bukan menjadi pembatas bagi Prof. Erfan untuk berhenti berkhidmah, melainkan menjadi penanda betapa panjang dan luasnya bentangan manfaat yang telah beliau tebarkan untuk masyarakat Jawa Tengah dan bangsa Indonesia. Harmoni antara kecendekiaan, spiritualitas pesantren, dan kepedulian sosial yang melekat pada pribadi Prof. Erfan dinilai menjadi mozaik keteladanan yang wajib diwarisi oleh generasi muda, para santri, serta civitas akademika.
Apresiasi tinggi dari orang nomor dua di Jawa Tengah ini sejalan dengan kebanggaan UIN Walisongo Semarang. Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Prof. Erfan Soebahar merupakan pilar penting dalam penguatan budaya akademik kampus. Melalui kepakarannya di prodi Ilmu Hadis, Prof. Erfan berhasil mendekatkan kajian teks hadis klasik dengan diskursus kemanusiaan modern melalui pendekatan Living Hadith. Langkah ini selaras dengan visi besar UIN Walisongo Semarang menuju Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban pada Tahun 2038.
Selain dikenal sebagai dosen yang humanis dan ilmuwan yang produktif melahirkan riset, kiprah luar kampus Prof. Erfan juga menarik, termasuk kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang selama tiga periode (2015–2030) yang berhasil membawa modernisasi dan akselerasi dakwah digital.

Buku biografi yang terdiri dari lima bagian terpadu ini merangkum kesaksian jujur dari 80 kontributor penulis, mulai dari sejawat menteri, tokoh agama, pejabat, hingga para murid beliau. Istimewanya, karya monumental ini berhasil dirampungkan secara maraton dalam waktu 49 hari oleh Tim Penyusun yang diketuai oleh Dr. Ismail SM, M.Ag.
Melalui pra-launching ini, UIN Walisongo Semarang berharap buku biografi Prof. Erfan Soebahar dapat menjadi “monumen literasi” yang terus hidup, menginspirasi pembaca untuk terus belajar, mengabdi dengan ikhlas, dan konsisten menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.




