Refleksi Mahakarya Ulama-Intelektual Ilmu Hadis – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Atmosfer khidmat dan penuh inspirasi menyelimuti Ruang Teater Rektorat, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Senin (6/7/2026). Keluarga besar UIN Walisongo Semarang bersama para tokoh agama dan akademisi berkumpul untuk menghadiri acara pra-launching buku monumental berjudul “Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif”.

Buku ini merupakan rekam jejak emas dari Prof. Dr. Moh. Erfan Soebahar, M.Ag., seorang ulama kharismatik sekaligus Guru Besar Ilmu Hadis yang saat ini ber-homebase di Program Studi (Prodi) Ilmu Hadis Fakultas Ushuludin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam pengantarnya memberikan apresiasi dan menaruh rasa hormat yang luar biasa terhadap dedikasi panjang Prof. Erfan. Dari sudut pandang Rektor, Prof. Erfan bukan sekadar seorang dosen senior, melainkan simbol hidup dari nilai-nilai luhur yang diperjuangkan oleh kampus.

“Prof. Erfan Soebahar adalah sosok ulama-intelektual paripurna yang berhasil mengawinkan kemuliaan nilai Islam dengan metodologi modern,” ujar Prof. Musahadi penuh takzim. “Beliau membawa kajian hadis keluar dari sekadar disiplin teks yang kaku, melainkan menjadikannya sebagai sumber nilai yang hidup (Living Hadith) untuk merespons tantangan kontemporer, memperkuat moderasi beragama, dan meneguhkan harmoni sosial,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kiprah Prof. Erfan di Prodi Ilmu Hadis merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi besar UIN Walisongo Semarang menuju tahun 2038, yaitu menjadi Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis Kesatuan Ilmu Pengetahuan (Unity of Sciences) untuk Kemanusiaan dan Peradaban.

“Dedikasi beliau, mulai dari masa-masa menjadi mahasiswa tekun hingga mencapai puncak karier akademik sebagai Guru Besar, adalah bukti nyata bahwa integritas ilmiah dan spiritualitas tidak dapat dipisahkan. Beliau adalah role model pembelajar sepanjang hayat yang senantiasa relevan bagi generasi muda, para santri, dan seluruh civitas akademika,” tegas Prof. Musahadi.

IMG 3885

Selain aktif di dunia akademik, Prof. Erfan juga dikenal luas oleh masyarakat luar kampus sebagai sosok Khadimul Ummah (pelayan umat). Hal ini dibuktikan dengan amanah besar yang diembannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang selama tiga periode berturut-turut dari tahun 2015 hingga 2030. Di bawah kepemimpinannya, MUI Kota Semarang berhasil melakukan akselerasi dakwah digital dan modernisasi organisasi yang humanis.

Buku biografi setebal lima bagian ini dirajut secara apik dalam waktu 49 hari oleh Tim Penyusun yang diketuai oleh Dr. Ismail SM, M.Ag.. Di dalamnya terangkum keluhuran nasab beliau, jalinan sanad keilmuan yang bersambung langsung kepada para ulama kharismatik Nusantara dan pakar dunia, hingga kompilasi testimoni dari 80 tokoh lintas sektor. Tokoh nasional seperti Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, turut memberikan sambutan yang mengagumi karakter sejuk dan moderat sang profesor.

Acara ini diharapkan mampu menjadikan buku biografi Prof. Erfan Soebahar sebagai monumen literasi dan warisan intelektual (legacy) yang terus menyala menginspirasi peradaban bangsa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *