UIN Walisongo Online, Semarang – Memasuki hari kedua pelaksanaan visitasi lapangan (site visit) akreditasi internasional oleh lembaga ACQUIN asal Jerman, UIN Walisongo Semarang menyajikan metode asesmen yang interaktif. Pada Selasa (14/07/2026), universitas melangsungkan sesi Live Campus Tour secara virtual untuk menunjukkan kualitas sarana dan prasarana penunjang akademik secara langsung kepada tim asesor.
Langkah ini diambil untuk memfasilitasi peninjauan fasilitas fisik di berbagai fakultas dan program studi secara real-time. Dipandu oleh kolaborasi antara moderator serta tim videografer dari masing-masing fakultas dan program studi, tur virtual tahap ini dijadwalkan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.
Melalui kamera tim videografer yang bergerak di lapangan, para asesor diajak menyaksikan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, laboratorium spesifik tiap program studi, perpustakaan, hingga fasilitas layanan mahasiswa.

Aulia Rakhmat, selaku Moderator dalam sesi ini, mengungkapkan bahwa kesempatan memandu jalannya tur virtual ini memberikan kesan tersendiri dalam mendukung proses internasionalisasi kampus.
“Ini menjadi pengalaman berharga dalam memandu akreditasi internasional. Sesi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan fasilitas dan infrastruktur penunjang, baik akademik maupun non-akademik, serta lingkungan belajar yang kondusif bagi mahasiswa,” ujar Aulia.
Di sisi lain, tantangan teknis dan visual di lapangan berhasil diatasi oleh tim dokumentasi yang bertugas mengemas tayangan secara informatif. Royanulloh, salah satu Videografer yang bertugas, menjelaskan peran strategis tim visual dalam meyakinkan para asesor.
“Videografer bekerja untuk menunjukkan sarana dan prasarana kampus secara dinamis, sambil menarasikannya secara langsung kepada para expert. Sesi campus tour ini menjadi ruang bagi program studi dan fakultas untuk memperlihatkan sarana terbaik yang dimiliki dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi,” jelas Royanulloh.

Melalui integrasi teknologi dalam Live Campus Tour, UIN Walisongo tidak hanya menunjukkan transparansi kualitas fisiknya, tetapi juga adaptabilitas digital yang tinggi dalam memenuhi standar evaluasi internasional European Standards and Guidelines (ESG).




