Visitasi Lapangan ACQUIN Dimulai, UIN Walisongo Perkuat Komitmen Menuju Pengakuan Mutu Internasional – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – memulai visitasi lapangan akreditasi internasional oleh ACQUIN pada Senin (13/07/2026). Asesmen Cluster 3 hingga 14 Juli 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya mutu dan meraih pengakuan internasional atas kualitas pendidikan tinggi.

Pada hari pertama, tim asesor ACQUIN melaksanakan tiga sesi utama asesmen yang melibatkan pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, serta tenaga kependidikan dan unit pendukung.

Sesi pertama diawali dengan paparan manajemen universitas yang disampaikan oleh Rektor bersama jajaran Wakil Rektor. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan universitas memaparkan arah kebijakan strategis UIN Walisongo, mulai dari tata kelola kelembagaan, sistem penjaminan mutu internal, pengembangan akademik, internasionalisasi, hingga berbagai capaian yang telah diraih dalam mendukung terwujudnya perguruan tinggi bereputasi global.

Selanjutnya, tim asesor melakukan asesmen terhadap enam fakultas yang menaungi 13 program studi, yaitu Program Studi Ilmu Politik dan Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Psikologi dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), serta Program Studi Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Matematika dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

WhatsApp Image 2026 07 13 at 18.02.57

Asesmen juga mencakup Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Program Studi Ilmu Falak jenjang Sarjana dan Magister dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), serta Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM). Masing-masing program studi mempresentasikan implementasi tridarma perguruan tinggi, kurikulum berbasis capaian pembelajaran, sistem penjaminan mutu, kerja sama internasional, hingga berbagai inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo, Dr. Saminanto, menjelaskan bahwa fokus asesmen pada hari pertama mencakup pembahasan strategi pengembangan universitas, implementasi tridarma perguruan tinggi di tingkat program studi, sistem penjaminan mutu, tata kelola akademik, serta dukungan unit-unit layanan dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan.

“Hari pertama asesmen difokuskan pada pemaparan kebijakan strategis universitas, implementasi tridarma, sistem penjaminan mutu, tata kelola program studi, hingga dukungan unit layanan akademik dan administrasi. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan UIN Walisongo dapat memperoleh hasil terbaik sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kami dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan,” Saminanto.

WhatsApp Image 2026 07 13 at 18.02.571

Rangkaian asesmen hari pertama kemudian ditutup dengan sesi bersama kepala biro, kepala unit, dan tenaga kependidikan yang membahas dukungan tata kelola administrasi, layanan akademik, perpustakaan, laboratorium, kantor internasional, pusat bahasa, hingga berbagai sistem pendukung lainnya sebagai bagian integral dalam menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan di UIN Walisongo.

Kepala Perpustakaan UIN Walisongo, Bahrul Ulum, mengatakan bahwa perpustakaan telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung asesmen lapangan ACQUIN, termasuk memastikan ketersediaan koleksi yang relevan dengan kebutuhan setiap program studi.

“Kami mempersiapkan seluruh layanan perpustakaan secara maksimal. Pengadaan koleksi juga dilakukan secara terencana, bukan secara sembarangan. Selama ini kami berkoordinasi dengan setiap ketua program studi untuk mengidentifikasi buku-buku yang dibutuhkan sesuai perkembangan kurikulum, kemudian perpustakaan melakukan pengadaan berdasarkan usulan tersebut. Dengan kesiapan yang telah dilakukan, kami optimistis asesmen ACQUIN akan memberikan hasil terbaik bagi UIN Walisongo.”

Melalui asesmen lapangan ini, UIN Walisongo optimistis mampu menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Proses akreditasi internasional ini juga menjadi langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring internasional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *