“Ojo Sembrono, Anda Membawa Nama Baik Kampus” – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 bagi peserta KKN Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 dan KKN Mandiri Misi Khusus (MMK). Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa” ini berlangsung di Auditorium Prof. Tgk. Ismail Ya’kub, Rabu (15/7/2026).

Pembekalan menjadi tahap akhir sebelum ribuan mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian untuk menjalankan program KKN selama 45 hari.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Walisongo, Moh. Masrur, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 3.323 mahasiswa mengikuti program KKN tahun ini. Mereka terbagi ke dalam dua skema, yakni 3.200 peserta KKN Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) dan 130 peserta KKN Mandiri Misi Khusus (MMK).

IMG 4682

Seluruh peserta akan melaksanakan pengabdian selama 45 hari, mulai 21 Juli hingga 3 September 2026 mendatang, di 15 kecamatan yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak.

Menurut Masrur, tema KKN tahun ini dirancang untuk mendorong mahasiswa berkontribusi secara nyata dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi kreatif, peningkatan literasi kesehatan, serta pengembangan berbagai inovasi sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa.

“KKN adalah bagian dari etape studi di UIN Walisongo, bagian dari perjalanan dalam menempuh perjuangan studi. Karena itu, patut kita syukuri,” ujar Musahadi.

Ia mengingatkan para peserta agar memahami makna pengabdian yang sesungguhnya. Menurutnya, mahasiswa tidak sedang berpindah tempat tinggal sementara, melainkan hadir untuk memberikan manfaat di tengah masyarakat.

“Perlu digarisbawahi bahwa Anda bukan pindah kos-kosan, tetapi sedang menjalankan pengabdian di tengah masyarakat,” katanya.

Musahadi juga menekankan bahwa setiap mahasiswa yang mengikuti KKN membawa identitas institusi. Karena itu, seluruh perilaku dan tindakan selama berada di lokasi KKN akan mencerminkan nama baik UIN Walisongo.

IMG 4666

“Anda bukan berdiri dengan diri sendiri. Anda adalah bagian dari sistem besar UIN Walisongo. Identitas yang Anda bawa bukan hanya identitas pribadi, tetapi identitas UIN Walisongo,” tuturnya.

Ia menambahkan, nama UIN Walisongo memiliki tanggung jawab moral yang besar karena merepresentasikan nilai-nilai keislaman, institusi negeri, sekaligus warisan dakwah Walisongo.

“UIN Walisongo bukan hanya sebuah universitas. Di dalamnya ada nama Islam, nama negara, dan nama Walisongo. Apa pun yang Anda lakukan di lokasi KKN akan menjadi cerminan kampus ini. Karena itu, jangan bertindak sembarangan,” pesannya.

Di akhir arahannya, Rektor mengingatkan para mahasiswa dengan pesan sederhana namun tegas dalam bahasa Jawa, “Ojo sembrono.” Menurutnya, sikap disiplin, menjaga etika, dan mampu beradaptasi dengan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan KKN sekaligus menjadi bekal penting dalam kehidupan setelah lulus.

Melalui KKN MIT ke-22 dan KKN MMK Tahun 2026, UIN Walisongo berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat pengabdian.

HMS.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *