UIN Mataram Belajar Tata Kelola PPID ke UIN Walisongo, Bahas Strategi Raih Predikat Informatif – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang — Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Mataram melakukan kunjungan benchmarking ke UIN Walisongo Semarang, Rabu (15/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Rektorat itu dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai strategi pengelolaan keterbukaan informasi publik sekaligus menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Informasi Pusat (KIP).

Rombongan UIN Mataram diterima oleh Katim KKH sekaligus Sekretaris PPID Utama I UIN Walisongo, Muhammad Sirojuddin Munir, M.M., bersama jajaran tim PPID UIN Walisongo. Diskusi berlangsung hangat dengan saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan website, penyediaan informasi publik, hingga strategi memenuhi indikator penilaian KIP.

Koordinator PPID UIN Mataram, H. Sapardi, M.M., mengungkapkan bahwa pihaknya banyak mengadopsi tata kelola website PPID UIN Walisongo. Namun, mereka masih membutuhkan masukan terkait klasifikasi dokumen yang harus ditampilkan di laman website maupun yang cukup disediakan melalui penyimpanan berbasis cloud.

“Kami perlu mendapat masukan, mana item yang diperkenankan dalam Google Drive atau PDF, dan mana item yang mutlak harus dalam bentuk website agar jika ada tim KIP meminta, kami tidak keliru,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Divisi Pengolahan Web PPID UIN Walisongo, Muji Suwarno, M.Pd., menjelaskan bahwa dokumen kategori Informasi Wajib Berkala seharusnya ditampilkan langsung di website karena menjadi salah satu instrumen utama dalam penilaian KIP. Adapun dokumen yang bersifat pendukung atau memerlukan pengolahan data dapat disediakan melalui tautan penyimpanan digital seperti Google Drive.

Anggota Divisi Layanan Informasi PPID UIN Walisongo, Widi Cahya Adi, M.Pd., menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan PPID tidak hanya bergantung pada website, tetapi juga komitmen seluruh unit kerja dalam menyediakan data secara konsisten.

“Strukturnya sudah lengkap, yang penting Wakil Rektor harus selalu aktif memberikan arahan,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris PPID Utama I UIN Walisongo, Muhammad Sirojuddin Munir, M.Pd., Menurutnya, keterlibatan pimpinan di setiap jenjang menjadi kunci agar pengelolaan keterbukaan informasi berjalan optimal.

“Dekan dan Kabag harus terus-menerus memantau perkembangan PPID di tingkat fakultas,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 07 15 at 13.00.54

Anggota Divisi Pengaduan dan Sengketa PPID UIN Walisongo, Ely Faozatun Ni’mah, turut mengingatkan bahwa standar penilaian KIP terus berkembang. Karena itu, evaluasi berkala dan pendampingan menjadi langkah penting agar kualitas layanan informasi publik tetap terjaga sekaligus mampu mempertahankan predikat Informatif.

Suasana diskusi semakin cair ketika Tim PPID UIN Mataram berbagi cerita mengenai perjalanan membangun layanan keterbukaan informasi di kampusnya. Rizalul Khaer, M.Sos. mengenang bahwa tepat pada 27 Juli 2025, timnya pertama kali berkunjung ke UIN Walisongo untuk belajar tata kelola PPID. Sepulang dari kunjungan tersebut, mereka langsung membangun website PPID dan mulai mengembangkan sistem layanan informasi publik di UIN Mataram.

“Kami mulai dari sini, 27 Juli 2025. Setelah pulang dari UIN Walisongo waktu itu, kami langsung membuat website dan mulai bergerak. Sekarang Juli lagi, kembali lagi ke UIN Walisongo rasanya seperti napak tilas. Alhamdulillah, web kami juga sudah diperbarui total, baru Senin kemarin,” ujarnya yang disambut senyum peserta.

Sebelumnya, Suhirman Adita, M.Pd., juga sempat mencairkan suasana dengan menceritakan dinamika yang dihadapi timnya saat mengejar predikat Informatif dari KIP.

“Kami selalu ditodong agar informatif. Setiap bertemu pimpinan kami malah ketakutan,” candanya yang langsung disambut gelak tawa seluruh peserta.

Kunjungan tersebut diharapkan semakin mempererat kolaborasi antara UIN Walisongo dan UIN Mataram dalam mengembangkan tata kelola keterbukaan informasi publik yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *