UIN Walisongo Online, Surakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih sivitas akademika UIN Walisongo Semarang. Faris Shalahuddin Zakiy, dosen Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), berhasil menyelesaikan studi doktor (S3) pada Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan capaian akademik yang membanggakan.
Faris meraih gelar doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 serta menghasilkan empat publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Selain itu, satu artikel ilmiah lainnya masih dalam proses penelaahan (review). Berkat capaian tersebut, Faris dinyatakan lulus tanpa melalui ujian terbuka disertasi.
“Pengalaman yang sangat istimewa. Selama menempuh program doktor, saya mampu mempublikasikan empat artikel pada jurnal internasional bereputasi,” ungkap Faris.
Tiga artikel Faris diterbitkan di Journal of Islamic Accounting and Business Research (Emerald, Q2, SJR 0,459). Artikel pertama mengkaji tata kelola syariah pada organisasi pengelola zakat. Artikel kedua membahas modal intelektual pada lembaga keuangan Islam dengan pendekatan bibliometrik. Sementara artikel ketiga menguji pengaruh modal manusia dan modal struktural terhadap kinerja organisasi pengelola zakat.
Satu artikel lainnya berhasil diterbitkan di Journal of Intellectual Capital (Emerald, Q1, SJR 1,382). Penelitian tersebut mengkaji peran modal intelektual melalui pendekatan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) terhadap kinerja organisasi pengelola zakat.
Menurut Faris, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak selama menjalani studi.
“Dukungan tim promotor, fasilitas akses jurnal dan perpustakaan, coworking space, serta rekan-rekan sejawat sangat membantu proses riset saya,” tuturnya.
Selain aktif melakukan penelitian, Faris juga mengikuti berbagai konferensi internasional untuk memperluas jejaring akademik dan memperkaya perspektif riset.

Saat ini, Faris masih menantikan hasil penelaahan satu artikel lainnya yang telah diajukan ke Journal of Muslim Philanthropy & Civil Society (Indiana University, Q3, SJR 0,129). Artikel tersebut mengangkat tema hubungan modal pelanggan (customer capital) dengan kinerja organisasi pengelola zakat.
Ketertarikannya pada bidang tata kelola lembaga zakat berangkat dari besarnya potensi zakat di Indonesia yang belum diimbangi dengan optimalnya realisasi penghimpunan.
“Jika melihat data, realisasi penghimpunan zakat di Indonesia masih jauh dari potensi yang ada. Salah satu penyebabnya adalah aspek tata kelola. Hal ini menarik untuk diteliti sehingga hasilnya dapat menjadi rekomendasi bagi para pemangku kepentingan dalam pengelolaan zakat,” jelasnya.
Faris menempuh pendidikan doktor melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI dan berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dalam kurun 3,5 tahun.
Capaian ini menjadi bukti komitmen dosen UIN Walisongo Semarang dalam meningkatkan kualitas akademik, produktivitas riset, dan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Prestasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi UIN Walisongo dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus mendukung peningkatan reputasi akademik universitas di tingkat nasional maupun global




