UIN Walisongo Online, Semarang – Planetarium & Observatorium UIN Walisongo Semarang kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat edukasi astronomi terkemuka di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal tersebut tercermin melalui kunjungan Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN Kementerian Agama Republik Indonesia yang diikuti sekitar 100 dekan dari berbagai PTKIN di Indonesia pada Sabtu (18/7/2026).
Kunjungan yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan city tour tersebut berlangsung di Gedung Planetarium & Observatorium UIN Walisongo Semarang. Para peserta memperoleh pemaparan mengenai pengembangan Planetarium & Observatorium sebagai pusat pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan literasi astronomi yang mengintegrasikan sains, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.
Kepala Planetarium & Observatorium UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menjelaskan bahwa keberadaan Planetarium & Observatorium tidak hanya menjadi laboratorium akademik bagi sivitas akademika UIN Walisongo, tetapi juga berperan sebagai pusat edukasi publik yang terbuka bagi pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, komunitas astronomi, hingga masyarakat umum.
“Planetarium & Observatorium UIN Walisongo kami kembangkan sebagai ruang belajar yang menghubungkan sains, teknologi, astronomi, dan nilai-nilai Islam. Harapan kami, fasilitas ini tidak hanya mendukung pembelajaran di UIN Walisongo, tetapi juga menjadi media kolaborasi, riset, dan edukasi astronomi yang memberikan manfaat bagi PTKIN maupun masyarakat luas,” ujar Dr. Muh. Arif Royyani.

Dalam kunjungan tersebut, para dekan mengikuti pertunjukan (immersive show) di ruang planetarium yang menampilkan simulasi perjalanan menjelajahi alam semesta. Dengan teknologi proyeksi digital, peserta diajak menyaksikan berbagai fenomena astronomi secara interaktif, mulai dari tata surya, evolusi bintang, galaksi, hingga struktur alam semesta. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi modern mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan berbasis pengalaman (experiential learning).
Selain menikmati pertunjukan planetarium, peserta juga berdiskusi mengenai pemanfaatan fasilitas astronomi sebagai media pembelajaran, pengembangan laboratorium sains, peningkatan kualitas riset, serta peluang kolaborasi antarfakultas Sains dan Teknologi PTKIN di masa mendatang.
Salah seorang peserta, Fajar Hardoyono dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas yang dimiliki UIN Walisongo.
“Kesan yang saya rasakan luar biasa. Kehadiran Planetarium UIN Walisongo merupakan sebuah terobosan dalam menghadirkan fasilitas pembelajaran yang sekaligus edukatif dan rekreatif. Kami dapat melihat visualisasi tata surya, planet, bintang, hingga rasi bintang secara lebih nyata. Pengalaman ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT dan betapa kecilnya manusia di hadapan alam semesta,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut semakin menguatkan posisi Planetarium & Observatorium UIN Walisongo sebagai salah satu fasilitas unggulan PTKIN yang mampu mengintegrasikan pembelajaran, penelitian, inovasi teknologi, dan edukasi publik dalam satu ekosistem akademik. Kehadiran para dekan dari seluruh Indonesia juga membuka peluang lahirnya berbagai kerja sama dalam pengembangan astronomi, ilmu falak, teknologi pembelajaran, maupun riset multidisipliner.
Dalam beberapa tahun terakhir, Planetarium & Observatorium UIN Walisongo terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, observatorium, lembaga penelitian, komunitas astronomi, serta institusi pendidikan di dalam dan luar negeri. Program observasi astronomi, seminar ilmiah, pelatihan, penelitian kolaboratif, student and lecturer mobility, hingga edukasi masyarakat menjadi bagian dari komitmen dalam memperkuat literasi sains sekaligus mendukung internasionalisasi UIN Walisongo.
Kunjungan Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN Kementerian Agama RI ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar-PTKIN untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing global. Planetarium & Observatorium UIN Walisongo hadir sebagai salah satu contoh bagaimana fasilitas akademik dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan budaya ilmiah.
Sejalan dengan visi UIN Walisongo sebagai universitas riset yang unggul dan bereputasi internasional, Planetarium & Observatorium UIN Walisongo terus berkomitmen mengembangkan diri sebagai pusat unggulan (Center of Excellence) dalam bidang astronomi, ilmu falak, dan edukasi sains berbasis teknologi. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kolaborasi nasional dan internasional, serta integrasi antara sains dan nilai-nilai Islam, Planetarium & Observatorium UIN Walisongo diharapkan terus memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia dan pengembangan peradaban berbasis ilmu pengetahuan.




