Dirjen Pendis Dorong PTKIN Perkuat Sains dan Teknologi melalui Lima Kebijakan Strategis – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk terus memperkuat pengembangan sains dan teknologi melalui lima kebijakan strategis pendidikan tinggi Islam. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FORDEK FST PTKIN) se-Indonesia yang digelar di Ruang Teater UIN Walisongo Semarang, Sabtu (18/7/2026).

Forum yang dihadiri 23 Dekan Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN dari seluruh Indonesia tersebut menjadi wadah konsolidasi dalam memperkuat tata kelola fakultas, pengembangan riset, serta sinergi pengembangan sains dan teknologi di lingkungan PTKIN.

Dalam arahannya, Amin Suyitno menegaskan bahwa PTKIN memiliki mandat utama pada pengembangan ilmu-ilmu keagamaan. Namun, seiring perkembangan zaman, PTKIN juga memiliki tanggung jawab untuk memperluas kontribusi pada rumpun ilmu umum, terutama sains dan teknologi.

“Mandatori PTKIN memang berada pada rumpun ilmu agama, kemudian kita melakukan perluasan ke rumpun ilmu umum, terutama dalam tubuh PTKIN. Pengembangannya harus kita urus bersama,” ujarnya.

Menurut Amin, saat ini PTKIN memiliki momentum yang kuat untuk terus berkembang di tengah dinamika pendidikan tinggi. Oleh karena itu, seluruh pimpinan PTKIN diharapkan tetap optimistis dan mampu menghadirkan berbagai inovasi.

IMG 4964

“Kita punya momentum yang kuat. Kita harus optimistis dan terus berjuang meskipun berada di masa yang penuh tantangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pendis memaparkan lima arah kebijakan pengembangan pendidikan tinggi Islam yang menjadi prioritas Kementerian Agama, yakni penguatan Ma’hadisasi, pengembangan Program Double Degree, Program Fast Track, pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), serta reformulasi pengembangan program studi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Sebelumnya, Ketua FORDEK FST PTKIN, Dr. Muhammad Isnaeni, M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan Fakultas Sains dan Teknologi di lingkungan PTKIN menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dari semula hanya berjumlah 11 fakultas, kini telah berkembang menjadi 23 Fakultas Sains dan Teknologi.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas tata kelola melalui penerapan good university governance, pengembangan hilirisasi riset, serta integrasi antara sains dan nilai-nilai Islam.

“Forum ini menjadi ruang bersama untuk membahas bagaimana membangun tata kelola perguruan tinggi yang baik, memperkuat hilirisasi riset, serta mengembangkan integrasi sains dan Islam dalam pengelolaan fakultas,” ujarnya.

IMG 4933

Ia juga berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi di PTKIN, khususnya melalui penguatan infrastruktur pendidikan, revitalisasi laboratorium, serta dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Walisongo sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum nasional tersebut.

Sebagai mantan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo, Musahadi mengaku memahami berbagai kebutuhan yang dihadapi FST di lingkungan PTKIN. Menurutnya, harapan yang disampaikan para dekan pada dasarnya merupakan kebutuhan mendasar agar Fakultas Sains dan Teknologi dapat berkembang lebih cepat.

“Kalau saya boleh menerjemahkan apa yang disampaikan Ketua Forum Dekan, sesungguhnya ada harapan agar Fakultas Sains dan Teknologi memperoleh perhatian yang lebih besar, baik dari sisi infrastruktur, peralatan pendidikan, laboratorium, penguatan sumber daya manusia, maupun dukungan pengembangan lainnya,” kata Musahadi.

IMG 4950

Ia menambahkan bahwa Fakultas Sains dan Teknologi memiliki posisi strategis dalam pengembangan PTKIN. Bahkan, rencana pembukaan Fakultas Kedokteran di sejumlah PTKIN akan sangat bergantung pada kesiapan dan kekuatan Fakultas Sains dan Teknologi sebagai fondasi pengembangan keilmuan.

Melalui forum ini, para dekan FST PTKIN diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan inovasi, mempercepat hilirisasi riset, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan nasional dan kebutuhan masyarakat di era transformasi global.

IMG 5008

HMS.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *