Perkuat Ekoteologi, UIN Walisongo Kampanyekan Zero Waste dan Ekonomi Sirkular – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan International Guest Lecture dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Catch Them Young: Results and Best Practices of Zero Waste and Circular Economy in Campus” pada Senin (03/07/2026), bertempat di UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, guru, serta mahasiswa untuk memperkuat implementasi konsep zero waste dan circular economy melalui pendidikan sejak usia dini.

Acara diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan FST UIN Walisongo Semarang, serta para guru dari jenjang MI, SD, SMP, dan MTs di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Kehadiran para pendidik menjadi bagian penting dalam membangun jejaring kolaborasi agar nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi, tetapi juga memerlukan perubahan paradigma dan kesadaran moral masyarakat. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Menurut Rektor, penyelenggaraan International Guest Lecture dan FGD ini merupakan bentuk nyata komitmen UIN Walisongo dalam menindaklanjuti gerakan Ekoteologi yang terus digaungkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Gerakan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang pelestarian lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Melalui kegiatan ini, semangat ekoteologi didiseminasikan langsung kepada jantung generasi muda melalui para pendidik dan mahasiswa, sehingga mampu membentuk perubahan pola pikir (mindset) terhadap pengelolaan sampah sebagai investasi bagi masa depan bumi yang lebih baik sekaligus mendukung terwujudnya circular economy yang berkelanjutan.

Sebagai narasumber utama, Prof. Sadhan Kumar Ghosh dari International Society of Waste Management, Air and Water (ISWMAW), India, menyampaikan berbagai hasil penelitian, pengalaman, serta praktik terbaik penerapan zero waste dan circular economy di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa perubahan perilaku terhadap sampah harus dimulai sejak usia muda. Pendidikan menjadi instrumen paling efektif untuk membentuk budaya memilah, mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.

Prof. Ghosh juga menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat yang dibangun melalui pendidikan, kolaborasi, dan konsistensi. Kampus dan sekolah memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan generasi yang memiliki kesadaran lingkungan serta mampu mengimplementasikan prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi semakin kaya dengan hadirnya para praktisi pendidikan yang berbagi pengalaman implementasi pendidikan lingkungan di sekolah. Guru dari SMP Negeri 16 Semarang, MTs Cendekia Ar-Rois, dan MI Nurul Islam memaparkan berbagai praktik baik dalam menanamkan budaya peduli lingkungan kepada peserta didik. Berbagai inovasi seperti pembiasaan pemilahan sampah, pemanfaatan kembali limbah menjadi produk bernilai guna, pembelajaran berbasis proyek lingkungan, hingga pelibatan siswa dalam program sekolah hijau menjadi contoh nyata yang dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lainnya.

Melalui sesi Focus Group Discussion, peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan guru berdiskusi mengenai strategi implementasi konsep zero waste di sekolah maupun perguruan tinggi. Forum ini menghasilkan berbagai rekomendasi untuk memperkuat sinergi antara kampus, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Penyelenggaraan International Guest Lecture dan Focus Group Discussion ini menunjukkan komitmen Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang dalam memperluas jejaring internasional sekaligus menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan lingkungan. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas jenjang pendidikan, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kesadaran ekologis, mampu mengelola sampah secara bertanggung jawab, serta menjadi penggerak terwujudnya masyarakat yang mendukung prinsip zero waste, circular economy, dan pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *