Menteri Agama Tantang Peserta PKN Tingkat II Angkatan XXX Menjadi Pemimpin Visioner dan Berintegritas serta berwawasan ekoteologi – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Jakarta – Komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) terus diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXX yang akan berlangsung pada 4 Agustus hingga 4 Desember 2026. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) ini menjadi wahana strategis untuk mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berintegritas.

Sebanyak 60 pejabat strategis dari berbagai instansi pemerintah mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi kepemimpinan nasional. Melalui proses pembelajaran yang komprehensif, peserta dipersiapkan menjadi pemimpin yang mampu merumuskan kebijakan strategis sekaligus menghadirkan perubahan nyata bagi organisasi dan masyarakat. Peserta terdiri dari JPT Pratama, administrator dan JFT Ahli Madya.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, MA saat membuka pelatihan secara daring dari Jakarta, Selasa (4/8/2026), menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga harus mampu memadukan karakter sebagai pemimpin visioner dan manajer yang efektif.

“Kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi integritas, profesionalisme, dan keteladanan,” ujar Menag.

Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini menuntut lahirnya pemimpin yang adaptif terhadap perubahan, mampu mengelola organisasi berbasis sistem, serta memahami penerapan manajemen modern, termasuk penguatan talent management dalam pengembangan karier ASN. Dengan demikian, tata kelola organisasi akan semakin efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama harus berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual, seperti istiqamah, ikhlas, sabar, tawaduk, amanah, berakhlak, serta menjunjung tinggi tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi.

WhatsApp Image 2026 08 04 at 09.46.16

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan seorang pemimpin dalam melihat setiap kebijakan secara menyeluruh, mulai dari aspek input, output, outcome, hingga impact, sehingga setiap kebijakan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menag turut mengajak peserta mengembangkan perspektif ekoteologi sebagai salah satu karakter kepemimpinan di Kementerian Agama. Menurutnya, cara pandang yang menempatkan manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari alam semesta akan melahirkan kebijakan yang lebih bijaksana, berkelanjutan, serta mampu menjaga harmoni antara manusia, lingkungan, dan kehidupan berbangsa.

Pelaksanaan PKN Tingkat II Angkatan XXX diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang visioner, inovatif, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *