43 Guru BK MA Bojonegoro Jelajahi Planetarium UIN Walisongo, Bawa Pulang Pengalaman Baru untuk Siswa – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, SemarangKunjungan ke kampus tak lagi sekadar melihat ruang kuliah dan mengenal program studi. Sebanyak 43 guru Bimbingan dan Konseling (BK) Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bojonegoro mendapat pengalaman berbeda saat mengunjungi Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Selasa (11/8/2026).

Di salah satu fasilitas edukasi unggulan UIN Walisongo tersebut, para guru BK diajak lebih dekat mengenal dunia astronomi, ilmu falak, serta pengembangan pembelajaran sains yang menjadi bagian dari wajah akademik UIN Walisongo Semarang. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda menarik dalam rangkaian studi kampus Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) MA Kabupaten Bojonegoro ke UIN Walisongo Semarang.

Sebelum menuju Planetarium, rombongan mengikuti agenda penerimaan dan sosialisasi di Ruang Teater Lantai 4 Gedung ICT Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Para guru BK mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jalur masuk UIN Walisongo, pilihan program studi, fasilitas pendidikan, hingga peluang pengembangan mahasiswa.

Rombongan juga mengunjungi Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani, salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik tersendiri di lingkungan UIN Walisongo. Kunjungan tersebut menghadirkan pengalaman edukasi yang berbeda. Para peserta tidak hanya mengenal UIN Walisongo dari sisi akademik dan penerimaan mahasiswa, tetapi juga menyaksikan secara langsung fasilitas pembelajaran astronomi yang dapat menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa, pelajar, guru, maupun masyarakat luas.

Keberadaan Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani memperlihatkan bahwa UIN Walisongo terus mengembangkan pendidikan Islam yang terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Planetarium bukan semata-mata tempat menyaksikan simulasi benda-benda langit. Di dalamnya terdapat ruang pembelajaran yang memperkenalkan alam semesta, astronomi, dan ilmu falak secara lebih menarik, visual, dan edukatif.

Nama K.H. Zubair Umar Al-Jailani yang diabadikan pada Planetarium dan Observatorium tersebut juga memiliki makna penting. Ia merupakan tokoh ilmu falak sekaligus Rektor pertama IAIN Walisongo, yang kini berkembang menjadi UIN Walisongo Semarang. Dengan demikian, Planetarium tidak hanya menjadi simbol kemajuan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi penghubung antara tradisi keilmuan Islam, warisan ilmu falak, dan perkembangan astronomi modern.

WhatsApp Image 2026 08 11 at 16.04.291

Kehadiran para guru BK memiliki posisi strategis karena mereka menjadi salah satu pihak yang paling dekat dalam membantu siswa menentukan pendidikan setelah lulus dari madrasah. Ketua MGBK MA Kabupaten Bojonegoro, Ceci Manikamerawati, S.Psi., menyampaikan bahwa studi kampus menjadi agenda penting bagi guru BK untuk memperoleh informasi langsung mengenai perguruan tinggi.

Karena itu, kunjungan ke Planetarium ini juga dapat memberikan tambahan perspektif bagi para guru bahwa memilih kampus tidak hanya berkaitan dengan program studi, tetapi juga mengenai lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, budaya keilmuan, serta pengalaman pendidikan yang akan diperoleh mahasiswa.

Kepala Pusat Admisi UIN Walisongo Semarang, Dr. Sayyidatul Fadhilah, M.Pd., dalam rangkaian kegiatan tersebut menjelaskan berbagai pilihan pendidikan yang tersedia di UIN Walisongo. UIN Walisongo memiliki sembilan fakultas dengan beragam program studi keagamaan maupun umum sehingga calon mahasiswa memiliki banyak pilihan sesuai minat, kemampuan, dan rencana masa depan mereka.

Melalui kunjungan tersebut, para guru BK juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis UIN Walisongo dalam menyampaikan informasi pendidikan tinggi kepada siswa di Kabupaten Bojonegoro.

Kunjungan MGBK MA Kabupaten Bojonegoro akhirnya tidak hanya menjadi perjalanan mencari informasi tentang penerimaan mahasiswa baru. Para guru pulang membawa pengalaman lain: melihat bagaimana sebuah kampus Islam menghadirkan ruang untuk membaca langit, memahami alam semesta, dan menghubungkan wahyu dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Planetarium & Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani menjadi salah satu titik yang memperlihatkan wajah tersebut. Dari Semarang, pengalaman ini diharapkan dapat dibawa kembali ke madrasah-madrasah di Bojonegoro dan diceritakan kepada para siswa: bahwa kuliah di UIN Walisongo bukan hanya tentang memilih program studi, tetapi juga tentang membuka cakrawala, memperluas ilmu, dan berani menjelajahi masa depan—bahkan hingga menembus batas langit.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *