Didukung MoRA AIR Funds, Tim Riset UIN Walisongo Uji Coba Terbatas Cerita Rakyat Nusantara sebagai Media Mitigasi Intoleransi – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Kendal — Tim riset Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang diketuai oleh Prof. Dr. Syamsul Ma’rif, M.Ag., melaksanakan uji coba terbatas penelitian berjudul “Rekonstruksi Cerita Rakyat Nusantara sebagai Media Mitigasi Intoleransi Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 10–14 Agustus 2026 di MI NU 04 Kumpulrejo, Kabupaten Kendal, dengan melibatkan siswa kelas IV, V, dan VI sebagai peserta uji coba.

Penelitian ini didukung oleh program MoRA AIR Funds Kementerian Agama Republik Indonesia–LPDP, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan riset inovatif dan implementatif di bidang pendidikan. Dukungan program tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya produk penelitian yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan karakter dan mitigasi intoleransi sejak jenjang pendidikan dasar.

Uji coba terbatas ini merupakan salah satu tahapan penting dalam implementasi hasil penelitian yang dikembangkan oleh tim peneliti. Kegiatan dilakukan untuk mengetahui keterterapan cerita rakyat Nusantara yang telah direkonstruksi sebagai media pembelajaran dalam membantu menanamkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan penghargaan terhadap perbedaan kepada siswa madrasah ibtidaiyah.

Rangkaian Kegiatan Pembelajaran

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test kepada seluruh peserta untuk memperoleh gambaran awal mengenai pemahaman siswa terkait nilai-nilai toleransi, keberagaman, serta sikap dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat yang majemuk.

Setelah pre-test, siswa mengikuti proses implementasi media cerita rakyat Nusantara yang telah direkonstruksi oleh tim peneliti. Melalui cerita yang dekat dengan dunia anak, siswa diajak mengenali keberagaman budaya Nusantara sekaligus memahami nilai-nilai saling menghargai, menghormati perbedaan, bekerja sama, empati, dan hidup berdampingan secara harmonis. Siswa kelas IV, V, dan VI mengikuti kegiatan membaca dan memahami cerita, kemudian terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan isi dan pesan cerita.

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan memahami alur dan tokoh, tetapi juga pada kemampuan siswa menangkap nilai-nilai toleransi yang terkandung dalam cerita dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, cerita rakyat ditempatkan tidak sekadar sebagai bahan bacaan, tetapi sebagai media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami keberagaman dan membangun sikap positif terhadap perbedaan.

Setelah seluruh rangkaian implementasi selesai, peserta mengikuti post-test untuk memperoleh gambaran pemahaman siswa setelah mendapatkan perlakuan melalui penggunaan media cerita rakyat Nusantara. Data pre-test dan post-test selanjutnya menjadi salah satu bahan evaluasi bagi tim peneliti dalam melihat perubahan setelah implementasi media. Selain itu, tim peneliti juga melakukan pengamatan terhadap keterlibatan, respons, kemampuan membaca, memahami isi cerita, menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita selama kegiatan berlangsung.

Apresiasi dari pihak Sekolah

Kepala MI NU 04 Kumpulrejo, Bahrul Ulum, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan uji coba dan penggunaan buku cerita rakyat yang dikembangkan oleh tim peneliti. Ia menilai buku tersebut dapat diterima dengan baik oleh siswa dan mampu menarik perhatian mereka untuk membaca serta memahami isi cerita.

“Kami atas nama MI NU 04 Kumpulrejo menyambut baik hadirnya buku ini. Terbukti anak-anak dapat membaca dengan teliti dan benar. Ketika mereka ditanya, mereka bisa menjawab, bahkan bisa menceritakan kembali isi cerita. Ini merupakan buku yang baik. Semoga bermanfaat dan bisa disebarkan ke seluruh Indonesia. Selamat membaca.”

Menurut Bahrul Ulum, respons siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa buku cerita yang digunakan tidak hanya dapat menjadi bahan bacaan, tetapi juga dapat membantu siswa memahami pesan yang disampaikan melalui cerita.

Prospek dan Harapan ke Depan

Pemanfaatan cerita rakyat sebagai media mitigasi intoleransi dipilih karena cerita memiliki kedekatan dengan dunia anak dan dapat menjadi sarana penyampaian nilai secara kontekstual. Melalui cerita, nilai toleransi tidak hanya disampaikan secara konseptual, tetapi diperkenalkan melalui tokoh, alur, konflik, dan penyelesaian masalah yang terdapat dalam cerita.

Uji coba terbatas di MI NU 04 Kumpulrejo Kabupaten Kendal diharapkan dapat memberikan data empiris mengenai keterterapan media yang dikembangkan. Hasil pre-test dan post-test, respons siswa, serta temuan selama proses implementasi selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan produk penelitian sebelum dikembangkan untuk penggunaan yang lebih luas.

Melalui dukungan MoRA AIR Funds Kementerian Agama–LPDP, penelitian ini diharapkan tidak berhenti pada pengembangan produk akademik, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara nyata dalam dunia pendidikan. Rekonstruksi cerita rakyat Nusantara diharapkan menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang mendukung penguatan karakter sekaligus menanamkan nilai toleransi sejak pendidikan dasar, guna membangun generasi yang mampu menghargai keberagaman, menolak sikap intoleran, serta hidup harmonis dalam masyarakat Indonesia yang multikultural.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *