Kolaborasi HMJ Teknik Lingkungan dan HMJ Kimia tanam 1300 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Utara Jawa – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Kendal – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Lingkungan UIN Walisongo dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia UIN Walisongo kembali menunjukkan langkah nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan “Eco Action 2026” dengan tema “Chemistry of Nature, Engineering for Future: Bersama Mangrove Menyelamatkan Pesisir.” Kegiatan ini merupakan kali kedua HMJ Teknik Lingkungan menginisiasi penanaman mangrove di Pantai Ngebum, Kendal. Kegiatan ini bentuk Partisipasi aktif untuk menanggulangi abrasi yang melanda pesisir Pantai Utara Jawa (25/04/2026).

Acara ini diikuti oleh Pengurus Himpunan Teknik Lingkungan UIN Walisongo Semarang kolaborasi dengan Pengurus Himpunan Kimia UIN Walisongo Semarang. Penanaman Mangrove melibatkan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kendal, Kabid Tata Lingkungan Kendal, dan Pegiat Lingkungan.

Kegiatan dibuka dengan sesi sambutan. Sambutan pertama dari Kepala Dinas DLH Kabupaten kendal, Bapak Aris Irwanto. Beliau menyampaikan bahwa daerah pesisir pantai kendal mengantongi persentase yang tinggi tentang abrasi yang telah terjadi. Salah satu sebabnya berupa eksplorasi daerah atas seperti pertambangan minyak.
“Kerusakan lingkungan di daerah pantai harus kita atasi bersama salah satunya dengan Penanaman Mangrove ini. Beberapa perusahaan swasta seperti RRI dan Rotasi ikut andil dalam Penanaman, ada juga dari pihak mahasiswa seperti Mahasiswa Teknik Lingkungan UIN Walisongo. Kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa sudah berpartisipasi dalam kontribusi terhadap lingkungan khususnya pesisir pantai,” tutur Aris selaku Kepala DLH Kendal.

WhatsApp Image 2026 04 26 at 10.57.29

Sambutan terakhir disampaikan oleh Dwi Erfiyan Sadewa selaku Ketua Pelaksana Penanaman Mangrove dari HMJ Kimia UIN Walisongo.
“Rasa terima kasih saya berikan kepada semua partisipan yang hadir dalam kegiatan pagi hari ini, terutama kepada Kepala DLH, Kabid Tata lingkungan, Pelestari lingkungan, dan Pengelola Pantai. Kegiatan hari ini bertujuan demi melindungi wilayah pesisir pantai dari abrasi. Penanaman ini merupakan bentuk dari aksi konservasi oleh mahasiswa demi masa depan pantai yang lebih aman.” ungkap Dwi Erfiyan.  

Selanjutnya, arahan teknis penanaman disampaikan oleh pelestari lingkungan yang pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru 2020 kategori Pengabdi Lingkungan, Bapak Wasito.
“Cara menanamnya kita harus mencari media tanam berupa pasir yang terendam air atau pasir yang berlumpur, setelah itu dikeruk sedikit medianya untuk memberi ruang tanam mangrove. Mangrove yang tertanam kita pasak menggunakan kayu panjang di sampingnya dengan ditali menggunakan tali plastik guna menjaga postur mangrove agar tidak ambruk. Nah, bibit yang kita punya memiliki dua model, Mangrove Polybag dan Mangrove Cup. Untuk Mangrove Cup kita perlu melepas bagian bawahnya sebab Cup sendiri susah untuk terurai pada lingkungan, mangrove yang memakai Polybag tidak perlu dilepas bawahnya demi menjaga kekuatan akar. Polybag sendiri dampak lingkungannya lebih rendah dibanding wadah cup,” jelas Wasito.

Bibit Mangrove yang akan ditanamkan berjumlah 1300 pohon, diikuti peserta penanaman sebanyak 120 orang dari pengurus HMJ Teknik Lingkungan dan HMJ Kimia. Mangrove yang didapat berasal dari Balai Pengelolaan Daerah Sungai (BPDAS) Pemali Jratun dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal. Dalam praktiknya, seluruh peserta dibagi menjadi 4 kelompok beserta pembagian tempat penanaman yang dipandu oleh koordinator lapangan masing-masing.

WhatsApp Image 2026 04 26 at 11.09.32

Kegiatan Penanaman dimulai dengan pembacaan doa bersama yang dipandu Ketua pelaksana dan dilanjutkan jargon oleh Panitia Acara dengan kalimat “Green the Shore, Secure the Future. Hijaukan Pantai Amankan Masa Depan.” Selanjutnya, bibit mangrove mulai ditanamkan satu persatu oleh seluruh peserta dengan antusias. Aktivitas ini menjadi momen interaktif kolaborasi antar Himpunan Mahasiswa dapat menciptakan sebuah tali persaudaraan yang mengikat demi satu tujuan nyata, masa depan pantai yang lebih aman.

Setelah semua bibit mangrove telah ditanamkan, kegiatan ditutup dengan istirahat dan makan bersama sembari menikmati semilir angin pantai. Seluruh peserta melakukan foto bersama serta mengumandangkan jargon untuk didokumentasikan. Kegiatan resmi ditutup pada pukul 11.00 WIB, menandai berhasilnya pelaksanaan ”Eco Action 2026” sebagai kontribusi nyata mahasiswa UIN Walisongo demi menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *