53 CPNS UIN Walisongo Sah Jadi ASN 100 Persen, Resmi Diambil Sumpah – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang — Sebanyak 53 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) UIN Walisongo Semarang resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam agenda Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan PNS Formasi 2024 yang digelar serentak oleh Kementerian Agama RI, Kamis (21/5/2026). Dengan pelantikan tersebut, para CPNS kini sah menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) secara penuh dengan hak kepegawaian 100 persen.

Prosesi pelantikan nasional dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi JI. MH. Thamrin No 6 Jakarta dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI secara virtual. Seluruh satuan kerja Kementerian Agama di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom Meeting.

53 CPNS UIN Walisongo Resmi Diambil Sumpah

Di lingkungan UIN Walisongo Semarang, pelantikan berlangsung khidmat di Aula 2 Kampus 3. Sebanyak 53 pegawai resmi diambil sumpah dan dilantik sebagai PNS.

Dari jumlah tersebut, 39 orang merupakan dosen yang akan memperkuat bidang akademik, sementara 14 lainnya merupakan tenaga kependidikan (tendik) yang bertugas mendukung layanan administrasi kampus.

Rangkaian kegiatan pelantikan di tingkat universitas dikoordinasikan oleh Tim Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) UIN Walisongo. Acara turut dihadiri Wakil Rektor III beserta jajaran pimpinan universitas sebagai bentuk penyambutan terhadap para ASN baru di lingkungan kampus.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum perubahan status para CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil penuh, termasuk penerimaan hak gaji dan tunjangan secara utuh sesuai ketentuan yang berlaku.

BKN Ingatkan ASN Baru Pegang Prinsip ‘4K’ dalam Pelayanan

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh dalam sambutannya berpesan kepada para PNS yang baru dilantik untuk selalu mengedepankan profesionalisme, memupuk solidaritas sesama ASN, serta menjaga integritas dalam mengemban tugas sebagai aparatur negara.

“Karena dunia telah berubah, teman-teman tidak boleh hidup di masa lalu untuk di masa kini. Ingat 4K sepanjang kalian bertindak,” ujar Prof. Zudan.

Ia menjelaskan, konsep “4K” menjadi orientasi utama ASN dalam bekerja. Pertama adalah kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan dan pelayanan publik. Kedua, kemudahan pelayanan dengan tidak mempersulit masyarakat. Ketiga, kemanfaatan kebijakan yang berdampak luas bagi umat dan masyarakat. Terakhir, kebahagiaan, yakni memastikan kebijakan dan pelayanan mampu menghadirkan manfaat sekaligus kebahagiaan bagi publik.

“4K ini yang harus selalu menjadi orientasi kita dalam bekerja,” katanya.

Selain itu, Prof. Zudan juga mengingatkan para ASN agar mampu memproyeksikan karier dan meningkatkan performa kerja sejak awal pengabdian.

“Pikirkan performance saat ini dan proyeksi di masa depan. Jangan selalu berpikir bahwa segala sesuatunya akan mendapatkan hasil pada saat ini. Kita harus optimal dalam bekerja saat ini dan harus dapat memproyeksi karir kita di masa mendatang,” pesannya.

Menag Tekankan Nilai ISTIQOMAH dan Integritas ASN Kemenag

Dalam sambutannya, Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar perubahan administratif, melainkan amanah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab.

“Sebagai ASN Kementerian Agama, selain memegang core value BerAKHLAK, khusus untuk ASN Kementerian Agama, saya ingatkan, kalau ingin berhasil di dalam karirnya, lakukanlah ISTIQOMAH,” kata Menag.

Konsep ISTIQOMAH yang dimaksud meliputi Ikhlas, Sabar, Tawadu, Ihsan, Qanaah, Amanah, dan Hikmah sebagai nilai utama dalam menjalankan tugas ASN Kementerian Agama.

“Sepanjang saudara menjalankan ISTIQOMAH ini, Tuhan akan menuntun setiap langkah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN di Kementerian Agama,” pesannya.

Menag juga menekankan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kehidupan beragama yang rukun, damai, dan harmonis di tengah masyarakat.

“Menjadi PNS Kementerian Agama berarti menjadi pelayan masyarakat yang mengemban tugas mulia untuk menjaga kehidupan beragama yang rukun, damai, dan harmonis. Integritas, loyalitas, dan dedikasi harus menjadi nilai utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” sambungnya.

Ia pun mengingatkan para ASN baru agar mengubah pola pikir dan gaya hidup sebagai konsekuensi dari pengabdian di lingkungan Kementerian Agama.

“Kalau ini semua dilakukan, kalian bukan hanya sukses di dunia tapi juga akan sukses berkarir sampai masa mendatang bahkan sampai di akhirat. Mulai hari ini ubah gaya dan pandangan hidupnya sebagai konsekuensi bekerja di Kementerian Agama,” tutup Menag.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *