UIN Walisongo Online, Semarang — Bagi sebagian mahasiswa, kelulusan sering dipandang sebagai garis finis perjuangan akademik. Namun, melalui agenda “Pembekalan Calon Wisudawan Mei 2026” yang digelar di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang, persepsi tersebut diluruskan. Wisuda ditegaskan bukan akhir perjalanan, melainkan gerbang awal memasuki dunia kerja yang dinamis dan penuh tantangan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Walisongo Career Center (WCC) itu menghadirkan pembekalan bagi calon wisudawan agar lebih siap menghadapi realitas karier pasca kampus.
Kepala Pusat Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa dan Alumni (PPMMA) UIN Walisongo Semarang, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, Lc., M.Si., mengungkapkan bahwa lulusan perguruan tinggi setidaknya akan menghadapi empat pilihan utama setelah wisuda, yakni bekerja, berwirausaha, melanjutkan studi, atau menikah.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik.

“Sebanyak 77 persen kesuksesan karier ditentukan oleh networking atau relasi, bukan sekadar IPK,” ujar Nasrul dalam pemaparannya.
Ia juga menyoroti fenomena hidden job market, yakni kondisi ketika sebagian besar peluang kerja tidak dipublikasikan secara terbuka. Karena itu, jejaring alumni dinilai menjadi jalur strategis yang harus dimanfaatkan oleh lulusan baru.
Materi berikutnya disampaikan oleh alumnus UIN Walisongo, Rena Selvia, S.H., yang dikenal memiliki IPK 3,99 dan lebih dari 100 penghargaan selama masa studi. Dalam sesinya, Rena mengulas tantangan mismatch atau ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri saat ini.
Menurut Rena, dunia kerja kini lebih membutuhkan individu yang mampu beradaptasi, memiliki integritas, keterampilan komunikasi, dan jiwa kepemimpinan.
Selain itu, lulusan juga dituntut memahami perkembangan teknologi dan proses rekrutmen modern, mulai dari penyusunan CV ATS-Friendly, optimalisasi LinkedIn, hingga penguasaan kemampuan analisis data dan kecerdasan buatan (AI).
“Teruslah bersinar dan terbang tinggi, namun tetaplah memijakkan kaki di bumi,” pesan Rena kepada para calon wisudawan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi interaktif bersama moderator Kirana Nur Lyansari, M.A., yang mengedukasi peserta mengenai pentingnya pengisian data alumni melalui sistem SITRACE.
Sebagai bentuk apresiasi, PPMMA UIN Walisongo Semarang juga memberikan stimulus berupa e-emas BSI sebesar 0,05 gram kepada tiga wisudawan beruntung yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Melalui pembekalan ini, UIN Walisongo Semarang berharap para lulusan tidak hanya siap menyandang gelar akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang terus berkembang.




