UIN Walisongo Online, Semarang — Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu episentrum riset terkemuka di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Berdasarkan data terbaru dari basis data ilmiah bereputasi internasional, Scopus–SciVal, per Jumat, 29 Mei 2026, Kampus Kemanusiaan dan Peradaban ini sukses menembus peringkat 5 Besar PTKIN dengan jumlah publikasi ilmiah terbanyak di Indonesia.
Hingga akhir Mei 2026, para akademisi UIN Walisongo telah berhasil menyumbangkan sebanyak 48 publikasi global yang terindeks Scopus. Raihan ini melengkapi rekam jejak riset universitas yang sangat impresif sejak tahun 2009, dengan total akumulasi mencapai 661 publikasi internasional bereputasi.
Berdasarkan tren performa yang dirilis, produktivitas riset UIN Walisongo Semarang menunjukkan grafik yang stabil dan kuat dalam lima tahun terakhir:
2022: 79 publikasi
2023: 97 publikasi
2024: 107 publikasi
2025: 105 publikasi
2026: 48 publikasi (data berjalan/ongoing)
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan (Wakil Rektor 1) UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag., menyambut optimis capaian tengah tahun ini. Menurutnya, angka 48 artikel di bulan Mei merupakan indikator kuat bahwa ekosistem riset di kampus berjalan sangat dinamis dan progresif.
“Hingga bulan Mei 2026, UIN Walisongo Semarang menempati posisi ke-5 di PTKIN dengan Jumlah artikel Scopus 48. Jika rata-rata per bulan publikasi Scopus kita konsisten di angka 9 artikel, maka hingga akhir tahun proyeksi kita bisa menembus 111 publikasi. Dengan volume dan kualitas tersebut, kemungkinan besar UIN Walisongo bisa masuk dalam pemeringkatan lembaga riset dunia terkemuka, Scimago Institutions Rankings (SIR),” jelas Prof. Imam Yahya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh dosen, peneliti, dan civitas akademika yang terus konsisten menelurkan karya-karya ilmiah berkualitas dunia. Rektor menegaskan bahwa lonjakan reputasi riset ini adalah perwujudan konkret dari implementasi visi Unity of Sciences (Kesatuan Ilmu).
“Pencapaian ini menjadi bukti sahih bahwa kultur akademik di UIN Walisongo Semarang kian matang dan kompetitif di level internasional. Kita tidak ingin ilmu pengetahuan hanya mandek sebagai diktat di ruang kelas, tetapi harus membumi dan berkontribusi pada pemecahan masalah global melalui riset yang diakui dunia. Membidik peringkat Scimago adalah langkah strategis kita untuk memperkuat rekognisi global UIN Walisongo sebagai World Class University,” tegas Prof. Musahadi.
Guna menjaga tren positif ini, UIN Walisongo Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat stimulan riset melalui berbagai program strategis, seperti peningkatan dana bantuan publikasi, fasilitasi coaching clinic berkala bersama pakar internasional, serta kolaborasi riset lintas negara. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memacu semangat para dosen dan peneliti untuk terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan peradaban.




