UIN Walisongo Kembali Dipercaya Selenggarakan PKDP 2026 untuk 144 Dosen Pemula – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali memperoleh kepercayaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026. Program ini merupakan salah satu upaya strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme dosen pemula pada Perguruan Tinggi Keagamaan di Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, UIN Walisongo menjadi salah satu dari 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang ditunjuk untuk melaksanakan PKDP. Kepercayaan tersebut sekaligus mempertegas komitmen dan pengalaman UIN Walisongo dalam mendukung pengembangan kapasitas dosen melalui penyelenggaraan program yang telah berlangsung secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.

PKDP Tahun 2026 dilaksanakan pada 8–23 Juni 2026 dengan skema pembelajaran hybrid yang mengombinasikan kegiatan daring dan luring. Sebanyak 144 dosen pemula dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan di Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara mengikuti program ini sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional mereka.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa dosen merupakan aktor utama dalam menentukan mutu pendidikan tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dosen harus menjadi agenda yang dilakukan secara berkelanjutan agar mampu merespons perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, PKDP hendaknya tidak dipandang semata-mata sebagai pemenuhan persyaratan menuju Sertifikasi Dosen (Serdos), tetapi sebagai ruang pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Rektor juga menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama, integrasi ilmu, serta inovasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang, Dr. Saminanto, M.Pd., menyampaikan bahwa PKDP merupakan bagian dari kontribusi nyata UIN Walisongo dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat kemampuan mengajar dosen pemula, tetapi juga untuk membekali mereka dengan kompetensi akademik dan profesional yang relevan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap tahapan kegiatan secara optimal agar memperoleh manfaat yang maksimal bagi pengembangan karier dan institusinya.

WhatsApp Image 2026 06 10 at 13.52.13

Sementara itu, Ketua Penyelenggara PKDP 2026, Anila Umriana, M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan dirancang melalui tiga tahapan pembelajaran yang saling terintegrasi, yaitu In Service Course 1 (ISC-1), On the Job Course (OJC), dan In Service Course 2 (ISC-2). Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut disusun untuk memastikan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi masing-masing.

Berbagai materi strategis diberikan selama program berlangsung, meliputi kebijakan PKDP, pengembangan karier dan jabatan fungsional dosen, perencanaan dan evaluasi pembelajaran, model dan strategi pembelajaran, penulisan artikel ilmiah, moderasi beragama, hingga paradigma kesatuan ilmu. Materi-materi tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen sekaligus menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Pelaksanaan PKDP sendiri terdiri atas tiga tahapan utama. Tahap pertama, In Service Course 1 (ISC-1), difokuskan pada penguatan kompetensi dasar dosen melalui berbagai sesi pelatihan dan diskusi. Selanjutnya, peserta mengikuti On the Job Course (OJC) yang memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di institusi masing-masing. Program kemudian ditutup dengan In Service Course 2 (ISC-2) yang berisi evaluasi, refleksi, dan penilaian capaian pembelajaran peserta.

Selain berfungsi sebagai sarana peningkatan kompetensi, PKDP juga memiliki peran penting dalam pengembangan karier dosen karena menjadi salah satu prasyarat untuk mengikuti Sertifikasi Dosen. Oleh sebab itu, program ini diharapkan mampu menghasilkan dosen-dosen pemula yang profesional, adaptif, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan tinggi keagamaan.

Melalui penyelenggaraan PKDP Tahun 2026, UIN Walisongo Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas dosen Indonesia. Pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh peserta selama program diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat secara luas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *