Kejar Target Sertifikat Halal Gratis di Jateng, LP3H WHC UIN Walisongo Gelar Klinik Halal – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan program Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) di Jawa Tengah, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Walisongo Halal Center (WHC) UIN Walisongo Semarang menggelar Klinik Halal Bagi Pendamping Proses Produk Halal (P3H) secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Ta’aruf Pengurus Walisongo Halal Center Periode 2026–2030 dan Rencana Strategi Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) WHC UIN Walisongo.”

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang tergabung dalam LP3H WHC UIN Walisongo dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Selain menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan pengurus baru WHC periode 2026–2030, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi untuk mempercepat capaian sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil menjelang berakhirnya program SEHATI pada Juli 2026.

Direktur Walisongo Halal Center, Amir Tajrid, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran P3H dalam mendukung penguatan ekosistem halal nasional. Menurutnya, para pendamping halal merupakan garda terdepan dalam menjembatani akses masyarakat terhadap layanan sertifikasi halal. “Pendamping Proses Produk Halal (P3H) membantu mewujudkan ekosistem halal di Indonesia, maka P3H memiliki peran penting dalam sertifikat halal gratis pada masyarakat umum. Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program ini. Oleh karena itu, kami memohon kepada seluruh P3H untuk membantu mensosialisasikan program tersebut kepada para pelaku usaha, terutama usaha mikro,” ujar Amir Tajrid.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LP3H WHC UIN Walisongo, M. Najibur Rahman, memaparkan perkembangan capaian program SEHATI di Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa kuota sertifikasi halal gratis yang tersedia masih cukup besar sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pendamping halal. “Kuota Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) Provinsi Jawa Tengah per 12 Juni 2026, yaitu sekitar 37,6% yang belum terserap. Oleh karena itu, optimalisasi peran P3H sangat penting untuk membantu pelaku usaha memanfaatkan kesempatan ini sebelum program berakhir,” ungkap M. Najibur Rahman.

Najibur menambahkan bahwa para pendamping halal diharapkan tidak hanya melakukan pendampingan administratif, tetapi juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal sebagai bentuk jaminan mutu dan daya saing produk.

Selain penyampaian informasi terkait program SEHATI, kegiatan Klinik Halal juga digunakan untuk memperkenalkan struktur kepengurusan baru Walisongo Halal Center periode 2026–2030 serta memaparkan rencana strategis LP3H WHC UIN Walisongo dalam mendukung implementasi Jaminan Produk Halal di Jawa Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Agus Riyadi selaku Wakil Direktur Walisongo Halal Center, Anis Fitria sebagai Sekretaris WHC UIN Walisongo, serta Chusnul Adib pengurus LP3H WHC UIN Walisongo. Para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus, pendamping halal, dan para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan layanan sertifikasi halal di masyarakat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan pendampingan di lapangan, strategi percepatan penerbitan sertifikat halal, serta penguatan kapasitas P3H dalam menghadapi target sertifikasi halal nasional.

Melalui Klinik Halal ini, LP3H WHC UIN Walisongo berharap seluruh P3H dapat semakin aktif menjangkau pelaku usaha mikro dan kecil, sehingga kuota Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) di Jawa Tengah dapat terserap secara optimal sebelum program berakhir pada Juli 2026. Dengan demikian, semakin banyak produk usaha masyarakat yang memiliki sertifikat halal dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *