Tim Pendirian Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo Ikuti Kaizen Festival 9 Tahun 2026 – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Jakarta – Tim Pendirian Rumah Sakit Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengikuti Kaizen Festival 2026 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta pada 16–17 Juli 2026. Keikutsertaan tim ini menjadi bagian dari upaya strategis UIN Walisongo dalam mempersiapkan pendirian Rumah Sakit Pendidikan yang selaras dengan perkembangan regulasi nasional, khususnya setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit yang membawa perubahan mendasar dalam tata kelola, penyelenggaraan, dan perizinan rumah sakit di Indonesia.

Delegasi UIN Walisongo dipimpin oleh Dr. Tolkah, M.A. selaku Ketua Tim Pendirian Rumah Sakit Pendidikan, didampingi Agus Mutohar, Ph.D, Dr. Ratno Agriyanto MM dan Nuryanta, M.M. Selama dua hari pelaksanaan festival, tim mengikuti berbagai sesi seminar, diskusi panel, dan berbagi praktik terbaik (best practices) mengenai peningkatan mutu pelayanan rumah sakit melalui pendekatan Kaizen (continuous improvement), transformasi tata kelola rumah sakit, keselamatan pasien, inovasi layanan kesehatan, serta strategi implementasi regulasi terbaru di sektor kesehatan.

Dr. Tolkah, M.A. menyampaikan bahwa keikutsertaan tim dalam Kaizen Festival merupakan langkah penting untuk memastikan proses pendirian Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah.

“Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 menghadirkan paradigma baru dalam penyelenggaraan rumah sakit. Oleh karena itu, seluruh perencanaan Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo harus disusun berdasarkan regulasi terbaru agar mampu memenuhi standar mutu, tata kelola, keselamatan pasien, serta mendukung pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.”

Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 mengintegrasikan berbagai ketentuan yang sebelumnya tersebar dalam sejumlah regulasi menjadi satu kerangka pengaturan yang komprehensif. Regulasi ini mengatur penyelenggaraan dan perizinan rumah sakit, klasifikasi berdasarkan kemampuan pelayanan, organisasi dan tata kelola, mutu dan keselamatan pasien, sistem informasi, pembinaan, pengawasan, hingga mekanisme sanksi administratif. Peraturan tersebut juga mencabut dan menggantikan berbagai peraturan sebelumnya sehingga menjadi acuan utama bagi seluruh rumah sakit di Indonesia.

Keikutsertaan tim dalam Kaizen Festival akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen masterplan dan roadmap pendirian Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo.

“Kami memperoleh banyak masukan mengenai penerapan budaya mutu berkelanjutan, tata kelola klinis, manajemen risiko, serta strategi transformasi rumah sakit yang akan sangat bermanfaat dalam penyusunan dokumen perencanaan Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo.” Papar Tolkah

Sementara itu, Dr. Ratno Agriyanto  menilai bahwa forum tersebut membuka kesempatan untuk membangun jejaring dengan berbagai rumah sakit, institusi pendidikan kesehatan, serta para praktisi dan regulator yang memiliki pengalaman dalam implementasi regulasi baru dan pengembangan rumah sakit berbasis mutu.

Melalui partisipasi dalam Kaizen Festival 2026, Tim Pendirian Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo semakin memperkuat komitmennya untuk menghadirkan rumah sakit pendidikan yang memenuhi standar nasional, menerapkan tata kelola yang akuntabel, mengedepankan budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), serta mampu menjadi pusat layanan kesehatan, pendidikan kedokteran, penelitian, dan inovasi yang memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Tim Pendirian Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo Semarang terus memantapkan arah pengembangan rumah sakit melalui penyusunan visi dan misi sebagai fondasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rumah Sakit Pendidikan UIN Walisongo diarahkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Paripurna yang terintegrasi dengan pendidikan klinik, penelitian dan inovasi kesehatan. Dengan mengedepankan mutu layanan dan keselamatan pasien, rumah sakit ini diharapkan menjadi pusat rujukan regional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *