UIN Walisongo Online, YALA THAILAND – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan kolaborasi riset internasional bersama Faculty of Education, Yala Rajabhat University (YRU), Thailand, pada Senin (3/8/2026).
Faculty of Education, YRU adalah Lembaga pendidikan tinggi terkemuka di Thailand Selatan yang berdedikasi untuk mencetak pendidik profesional dan administrator sekolah. Fakultas ini menawarkan berbagai program akademik, dan satu-satunya perguruan tinggi milik Kerajaan Thailand yang diizinkan membuka program studi Pendidikan Islam. Melalui jaringan internasional yang kuat, fakultas ini aktif berkolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Asia Tenggara untuk memajukan penelitian dan pengembangan masyarakat.
Delegasi UIN Walisongo disambut hangat di kampus Yala Rajabhat University oleh Dekan Faculty of Education YRU, Assist. Prof. Dr. Mohammadtolan Kaemah, didampingi oleh mitra kolaborator riset, Assist. Prof. Abdulhalim Ardae, M.Ed. Tim dari FTIK UIN Walisongo dipimpin oleh Dr. Ridwan, M.Ag. dan Dr. Agus Sutiyono, M.Ag., M.Pd., serta melibatkan kontribusi aktif mahasiswa, Evita Nur Apriliana. Keterlibatan mahasiswa dalam agenda internasional ini menegaskan komitmen kedua lembaga dalam mendorong penguatan kapasitas akademik generasi muda melalui pengalaman riset lintas negara.
Fokus Kerjasama dan Implementasi Riset Kolaboratif
Kemitraan internasional ini bertujuan untuk memperkuat sinergi pengembangan pendidikan, pertukaran akademik, publikasi ilmiah bersama, serta riset kolaboratif yang responsif terhadap dinamika pendidikan di Asia Tenggara.

Dekan Faculty of Education YRU, Assist. Prof. Dr. Mohammadtolan Kaemah, menyampaikan apresiasi mendalam atas terwujudnya kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan UIN Walisongo merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan akademis serta meningkatkan kualitas luaran riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan tim UIN Walisongo, Dr. Agus Sutiyono M.Ag., menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada seremonial dokumen MoU, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan pelaksanaan riset bersama secara konkret.
“Kemitraan ini menjadi pijakan penting dalam memperkokoh reputasi institusi di tingkat global. Melalui integrasi keahlian para peneliti dan keterlibatan aktif mahasiswa, kami optimis kolaborasi ini mampu melahirkan inovasi pendidikan serta publikasi bereputasi internasional,” ujar Dr. Agus.
Dampak dan Harapan Masa Depan

Penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi program pertukaran dosen dan mahasiswa (lecturer and student exchange), penyelenggaraan konferensi internasional bersama, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan global. Dalam kesempatan ini, selain melakukan riset, tim peneliti UIN Walisongo juga melakukan visiting lecture pada program studi Pendidikan Islam di Faculty of Education, Yala Rajabhat University. Langkah konkret ini sejalan dengan visi FTIK UIN Walisongo untuk terus memantapkan diri sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam bernuansa kearifan lokal yang diakui secara internasional.




