UIN Walisongo Online, Yogyakarta –Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah melalui Workshop Pengelolaan Open Journal System (OJS) FDK. Kegiatan yang berlangsung di Hotel K Kaliurang Yogyakarta selama tiga hari, Jumat–Minggu (28–30/8/2026) dipandu oleh Relawan Jurnal Indonesia (RJI).
Dekan FDK UIN Walisongo Semarang, Dr. Nasihun Amin, M.Ag., menegaskan bahwa jurnal merupakan bagian penting dari wajah intelektual fakultas dan perguruan tinggi. Karena itu, pengelolaan jurnal perlu mendapatkan perhatian serius dan dilakukan secara konsisten.
“Jurnal ini penting bagi perguruan tinggi karena jurnal yang kita miliki merupakan bagian dari intelektual fakultas kita. Karena itu, FDK memiliki kepentingan dan komitmen serius agar jurnal yang kita kelola semakin baik,” ungkapnya.
Menurut Nasihun, workshop tersebut menjadi momentum penting karena sebagian pengelola jurnal FDK merupakan pengelola baru. Selain itu, adanya perkembangan kebijakan dan tuntutan baru dalam proses akreditasi jurnal menuntut peningkatan kapasitas dan komitmen para pengelola.
Saat ini, FDK memiliki sejumlah jurnal dengan capaian akreditasi yang beragam. Dua jurnal, yakni Jurnal Ilmu Dakwah (JID) dan Islamic Communication Journal (ICJ), telah memperoleh peringkat Sinta 2. Sementara itu, Jurnal Prosperity dan Journal of Advanced Guidence and Counseling berada pada peringkat Sinta 3. Adapun Munazzama masih dalam proses menuju pemeringkatan Sinta.
FDK juga terus memperluas ekosistem publikasi ilmiahnya dengan mempersiapkan jurnal baru, yaitu ” Arofa: Journal of Hajj and Umrah Studies, yang akan dikembangkan oleh Program Studi Manajemen Haji dan Umrah.
“Workshop ini menjadi salah satu amunisi baru untuk melakukan peningkatan peringkat jurnal pada 2027. Harapannya, dua jurnal yang saat ini Sinta 2 dapat meningkat menjadi Sinta 1 atau bahkan menuju Scopus,” jelas Nasihun.
Ia berharap pendampingan RJI dapat memberikan pengetahuan sekaligus semangat baru bagi para pengelola jurnal untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan publikasi ilmiah di lingkungan FDK.
Sementara itu, pemateri workshop, Dr. Arbain, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa kunci utama pengelolaan jurnal adalah konsistensi. Menurutnya, pengelolaan jurnal membutuhkan ketekunan, komitmen, dan kemauan untuk terus belajar karena tata kelola jurnal terus berkembang mengikuti standar dan kebijakan akademik.
Dalam sesi motivasi, Arbain memperkenalkan istilah “ORIGINAL” atau “Orang Gila Jurnal”sebagai ungkapan yang menggambarkan semangat dan kegigihan yang dibutuhkan para pengelola jurnal.
Menurutnya, pengelola jurnal tidak boleh mudah patah semangat ketika menghadapi berbagai tantangan, baik dalam proses editorial, pengelolaan OJS, maupun upaya meningkatkan akreditasi dan indeksasi jurnal.
“Jangan patah semangat dalam mengelola jurnal dan jangan mudah menyerah. Menjadi pengelola jurnal membutuhkan konsistensi dan ketekunan,” pesan Arbain kepada para peserta workshop.
Arbain menjelaskan, RJI didirikan untuk membantu pengelolaan dan pengembangan jurnal ilmiah di Indonesia. RJI juga menyediakan berbagai sumber pembelajaran, termasuk ratusan video tutorial mengenai pengelolaan OJS yang dapat dimanfaatkan oleh para pengelola jurnal.
“Jurnal ini sudah menjadi kebutuhan sekaligus wajah dari program studi dan fakultas. Semakin bagus jurnalnya, tentu akan berdampak pada program studi dan juga pengelolanya,” jelasnya.
Selain memberikan pelatihan OJS, RJI memiliki sejumlah program pendampingan, salah satunya PANJI (Pendampingan Jurnal Internasional)yang berfokus pada pengembangan jurnal menuju publikasi internasional. Program tersebut telah mendampingi sejumlah jurnal hingga berhasil mencapai indeksasi Scopus.
Melalui program “Panji Goes to Campus” dan berbagai pendampingan lainnya, RJI berkomitmen memberikan informasi, pengetahuan, serta pendampingan tata kelola jurnal kepada perguruan tinggi. Pendampingan tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga menjangkau sejumlah negara lain.
Workshop Pengelolaan OJS FDK diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengelola jurnal, meningkatkan kualitas tata kelola, serta menjadi amunisi baru dalam meningkatkan peringkat jurnal FDK pada 2027. Kegiatan ini diharapkan menjadi energi bagi para pengelola untuk tetap konsisten, tidak mudah menyerah, dan terus berupaya membawa jurnal FDK menuju level yang lebih tinggi.




