UIN Walisongo Online, Semarang – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan Pelatihan Pengembangan Skema Sertifikasi dan Penyiapan Asesor Kompetensi pada Selasa (20/10/2026) bertempat di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata LSP UIN Walisongo dalam menjembatani para lulusan universitas dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang semakin dinamis.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Direktur LSP UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Jauhar Faradis, sebagai narasumber utama. Sebanyak 24 peserta yang terdiri dari unsur dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UIN Walisongo Semarang mengikuti pelatihan ini dengan fokus pada pengembangan skema sertifikasi berbasis profil lulusan serta pembentukan asesor baru.

Melalui pelatihan ini, LSP UIN Walisongo menargetkan penambahan 12 skema sertifikasi baru untuk melengkapi 10 skema yang telah ada saat ini, sekaligus menambah jajaran asesor baru guna memperkuat keberadaan 24 asesor kompetensi yang sudah aktif. Langkah penambahan skema dan penyiapan asesor ini dilakukan melalui penyelarasan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) yang terukur, serta pemenuhan syarat Penambahan Ruang Lingkup (PRL) lisensi BNSP.
Direktur LSP UIN Walisongo Semarang menegaskan pentingnya ketersediaan skema kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. “Asesmen terhadap kompetensi saat ini telah menjadi hal yang sangat penting dan krusial bagi para lulusan. LSP UIN Walisongo berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan menyesuaikan skema kompetensi yang ada dengan profil lulusan serta standar kebutuhan dunia industri terkini. Melalui penambahan skema dan penyiapan asesor kompetensi yang berkualitas, kami optimis mampu mencetak lulusan UIN Walisongo yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tersertifikasi secara nasional dan siap bersaing secara global,” ujarnya saat membuka acara.

Dalam kesempatan yang sama, Master Asesor BNSP, Jauhar Faradis, mengapresiasi komitmen dan langkah proaktif LSP UIN Walisongo dalam menjaga mutu uji kompetensi. “Pengembangan skema sertifikasi yang terencana dan penyiapan Materi Uji Kompetensi (MUK) yang valid serta terukur adalah fondasi utama dalam melahirkan proses sertifikasi yang objektif. LSP UIN Walisongo telah menunjukkan langkah nyata dalam memastikan seluruh instrumen dan asesor yang disiapkan selaras dengan SKKNI serta dinamika industri terkini,” jelas Jauhar Faradis.
Antusiasme juga disampaikan oleh salah satu dosen peserta yang disiapkan menjadi calon asesor baru LSP UIN Walisongo. “Workshop ini membuka mata saya bahwa tanggung jawab kita bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka agar siap memasuki dunia kerja. Saya melihat skema sertifikasi sebagai nilai pembeda sekaligus nilai tambah bagi lulusan UIN Walisongo, sehingga mereka tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga kompetensi yang relevan dan dapat menjadi modal untuk bersaing di dunia kerja.” Pungkas Namira selaku calon asesor.
Pelaksanaan pelatihan ini memberikan dampak dan manfaat strategis yang luas bagi berbagai pihak. Bagi LSP UIN Walisongo, kegiatan ini menjaga mutu, kredibilitas, serta profesionalisme proses asesmen. Bagi Program Studi (Prodi), pelatihan ini mendukung integrasi unit kompetensi ke dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), mendukung akreditasi prodi, serta memberikan kejelasan arah bahan ajar berbasis output nyata. Sementara bagi universitas, upaya ini memenuhi amanat regulasi terkait kewajiban Sertifikat Pendamping Ijazah (SKPI), memperkuat jejaring link and match dengan DUDI, dan meningkatkan reputasi kelembagaan.




