Gelar Seminar Personal Branding Guru Madrasah di Wonosobo, FTIK UIN Walisongo Dorong Pendidik Kuasai Media Digital dan Literasi Menulis

UIN Walisongo Online, Wonosobo — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menyelenggarakan Seminar Membangun Personal Branding di Era Digital Bagi Guru Madrasah. Kegiatan ini berlangsung secara khidmat dan interaktif di Hotel Artotel Wanasaba, Wonosobo, pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Dekan III FTIK UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Karnadi, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pendidik madrasah bertransformasi mengikuti era digitalisasi tanpa mengesampingkan marwah keislaman.

“Guru madrasah di era modern tidak hanya dituntut menguasai metode pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dan inspirator di ruang digital. Pendidik perlu mengelola citra profesional secara bijak dan produktif demi menyebarkan nilai-nilai kebaikan, dakwah moderat, serta karya edukatif yang menginspirasi masyarakat luas,” ujar Dr. H. Karnadi.

WhatsApp Image 2026 10 23 at 15.48.361

Otentisitas, Karya Tulis, dan Etika Digital

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama. Narasumber pertama, Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Wibowo Prasetyo, memaparkan pentingnya membangun reputasi dan personal branding guru yang otentik. Beliau menggarisbawahi bahwa pemanfaatan media digital bagi pendidik tidak terbatas pada pembuatan konten video di media sosial.

“Personal branding pendidik tidak hanya dibangun melalui konten video singkat, melainkan juga lewat gagasan dan tulisan kritis yang dipublikasikan di media massa, baik media daring maupun publikasi digital. Rekam jejak intelektual berupa artikel opini, praktik baik pembelajaran, dan pemikiran pendidikan yang tersebar di media massa akan memperkuat kredibilitas, profesionalisme, serta kepercayaan publik terhadap kapasitas guru madrasah,” jelas H. Wibowo Prasetyo.

Sementara itu, narasumber kedua, Wakil Dekan I FKSP UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, Dr. Hj. Siti Robiah Adawiyah, S.Sos.I., M.S.I., membawakan materi bertajuk “Transformasi Digital: Membangun Personal Branding di Era Digital bagi Guru Madrasah”. Beliau menjelaskan bahwa personal branding bukanlah sekadar pencitraan semata, melainkan upaya membangun identitas profesional yang kredibel, konsisten, dan selaras dengan etika Islam.

Dr. Siti Robiah merinci empat pilar utama bagi guru madrasah di era digital:

  1. Memahami Konsep & Keunikan: Mengidentifikasi potensi diri serta membedakan personal branding autentik dari pencitraan semata.
  2. Strategi Media Digital: Memanfaatkan platform digital (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, LinkedIn) secara konsisten untuk membagikan kompetensi mengajar.
  3. Konten Edukatif & Berbasis AI: Mengembangkan video pembelajaran, infografis materi ajar, serta memanfaatkan alat kecerdasan buatan (AI) secara etis dan bertanggung jawab.
  4. Etika & Reputasi Digital: Menjaga adab, melindungi privasi peserta didik, memverifikasi informasi sebelum diunggah, serta menjauhi konten provokatif.
WhatsApp Image 2026 10 23 at 15.48.371

Pemberian Penghargaan Juara Porsadin VIII Jawa Tengah 2026

Di sela-sela rangkaian kegiatan seminar, suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat Narasumber dan jajaran FTIK UIN Walisongo menyerahkan apresiasi dan penghargaan khusus kepada para santri berprestasi asal Jawa Tengah yang sukses mengukir kebanggaan pada ajang Pekan Olah Raga dan Seni antar Diniyah (Porsadin) VII DPW Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

Penghargaan diserahkan secara langsung kepada:

  1. Samba Pratama — Juara I Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
  2. Alif Lam Mim Al Jabar — Juara I Lomba Adzan

Penyerahan penghargaan ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan FTIK UIN Walisongo Semarang dalam mendukung pengembangan bakat, literasi keislaman, dan potensi generasi muda madrasah/diniyah sejak dini. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata, foto bersama, dan komitmen bersama mewujudkan slogan seminar: “Profesional dalam Kompetensi, Bijak dalam Digitalisasi”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *