UIN Walisongo Online, Semarang, 4 November 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menorehkan prestasi internasional. Dalam QS Asia University Rankings: South-Eastern Asia 2027, UIN Walisongo menempati peringkat 218 di Asia Tenggara dan posisi keempat di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Capaian ini menunjukkan penguatan reputasi akademik dan daya saing UIN Walisongo di tingkat regional maupun global.
Di antara PTKIN, posisi pertama ditempati UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Posisi kelima hingga kesembilan secara berurutan ditempati UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Capaian tersebut merupakan hasil komitmen institusi dalam mengembangkan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan internasionalisasi. UIN Walisongo juga memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menyampaikan terima kasih kepada Tim Pemeringkatan yang telah mengawal proses pemeringkatan sejak 2025 yang dikerjakan oleh Pusat Layanan Internasional bekerjasama dengan Pusat Pangkalan Data dan Teknologi Informasi dan Bagian Akademik.
“Alhamdulillah, capaian UIN Walisongo Semarang yang berhasil menempati peringkat 218 dalam QS Asia University Rankings: South-Eastern Asia 2027 dan berada pada posisi keempat di antara PTKIN merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Musahadi.
“Prestasi ini bukan sekadar pencapaian angka dalam pemeringkatan internasional, tetapi merupakan refleksi dari kerja keras, kolaborasi, dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta internasionalisasi universitas,” jelasnya.
UIN Walisongo mengusung visi menjadi universitas Islam riset yang unggul berbasis kesatuan ilmu untuk kemanusiaan dan peradaban pada 2038. Untuk itu, kampus terus mendorong transformasi kelembagaan melalui peningkatan mutu akademik, kolaborasi riset internasional, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta program pendidikan berstandar internasional.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, UIN Walisongo berupaya membangun ekosistem akademik yang terbuka, kompetitif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat global. Capaian ini bukan titik akhir, melainkan momentum untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing global universitas.
Langkah ke Depan
Untuk memperkuat posisi pada pemeringkatan berikutnya, UIN Walisongo perlu meningkatkan kinerja pada indikator yang dinilai QS. Reputasi akademik menjadi prioritas utama karena berbobot 30 persen, disusul reputasi di kalangan pemberi kerja sebesar 20 persen.
Penguatan reputasi akademik dapat ditempuh dengan memperluas jejaring akademisi internasional melalui visiting professor, konferensi bersama, dan publikasi bersama. Di saat yang sama, kemitraan industri, international internship, dan penelusuran alumni perlu diperkuat agar kualitas lulusan UIN Walisongo makin dikenal oleh pemberi kerja.
Pada bidang riset, dosen perlu didorong menerbitkan artikel di jurnal bereputasi terindeks Scopus yang berpotensi banyak dirujuk. Upaya ini perlu diiringi perluasan jaringan riset internasional melalui joint research dengan universitas mitra dari lebih banyak negara, yang kemudian diwujudkan dalam publikasi bersama.
Mobilitas internasional juga perlu diperbesar. Program double degree dan student exchange perlu diperluas untuk menambah jumlah mahasiswa masuk maupun keluar, disertai peningkatan rekrutmen mahasiswa dan dosen internasional.
Selain itu, mutu pembelajaran perlu diperkuat dengan menjaga rasio dosen dan mahasiswa serta menambah jumlah dosen bergelar doktor. Seluruh upaya tersebut perlu ditopang tata kelola data yang tertib, yakni data institusi dikelola secara terpusat dan dikirim lengkap ke QS pada setiap periode pengumpulan




