Teliti Keadilan Gender dalam Al-Qur’an, Nabila Raih Wisudawan Terbaik – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang — Perhelatan Wisuda Program Doktor (S3) ke-44, Magister (S2) ke-69, dan Sarjana (S1) ke-102 UIN Walisongo Semarang yang digelar di Auditorium Kampus 3 pada Sabtu (7/11/2026) menyisakan banyak cerita inspiratif. Salah satunya datang dari Nabila Khoirotun Nisa, wisudawan kebanggaan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), yang sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih IPK 3,85 serta dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.

Lahir dan dibesarkan di Demak dari keluarga wiraswasta yang penuh dukungan, Nabila membuktikan bahwa ketekunan dan konsistensi adalah kunci utama dalam merajut kesuksesan akademik. Sejak menempuh pendidikan di bangku MTs hingga MA di lingkungan pondok pesantren dan lulus dari program Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo dengan predikat excellent, ia selalu terbiasa hidup disiplin.

Melewati Badai Ujian Hidup di Tengah Penyusunan Skripsi

Perjalanan Nabila menuju kursi wisudawan terbaik tidaklah instan dan tanpa rintangan. Di balik keberhasilannya menyelesaikan studi, ia sempat diuji dengan cobaan berat tatkala kondisi kesehatannya menurun dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama. Tidak berhenti di situ, pada waktu yang hampir bersamaan, sang ibu harus menjalani operasi, sehingga ia juga mendedikasikan waktu untuk menemani masa pemulihan ibunya di rumah.

Di titik paling melelahkan tersebut, rasa ingin menyerah sempat tebersit. Namun, berkat keteguhan hati, doa orang tua, serta dukungan dari sahabat kecilnya yang setia memberikan semangat, Nabila memilih untuk bertahan dan merampungkan skripsinya secara perlahan namun konsisten. Ketika kabar membahagiakan itu akhirnya tiba, tangis haru tak terelakkan. Orang pertama yang ia kabari tentu adalah kedua orang tuanya, di mana sang ibu memeluknya erat sambil berpesan penuh makna, “Jangan lupa berterima kasih sama Allah.”

Integrasi Ilmu dan Skripsi Berbasis Keadilan Gender

Dalam tugas akhirnya, Nabila mengangkat topik yang sangat tajam dan kontekstual berjudul “Memaknai Ketimpangan Gender dalam Kehidupan Wanita Karier: Studi atas Penafsiran Nur Rofiah terhadap Q.S. Al-Ahzab Ayat 33”. Mengaplikasikan visi besar almamaternya, Unity of Sciences (Kesatuan Ilmu), ia memadukan ilmu tafsir klasik dengan teori gender, kajian sosial, serta data statistik dari BPS dan Komnas Perempuan. Bahkan, ia berkesempatan mewawancarai langsung Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm., sebagai bagian dari pengayaan risetnya.

“Bagi saya, gelar ini bukan sekadar angka. Ini bentuk rasa syukur atas doa orang tua, bimbingan guru dan dosen, serta dukungan sahabat yang menemani perjalanan saya.”

Melalui penelitian tersebut, Nabila menemukan bahwa penafsiran ayat Al-Qur’an harus dibaca bersama realitas sosial agar keadilan bagi wanita karier, pembagian tanggung jawab rumah tangga yang adil, serta perlindungan di tempat kerja dapat terwujud secara nyata untuk mengurangi budaya patriarki.

Kisah Nabila Khoirotun Nisa memberikan inspirasi mendalam bagi civitas akademika UIN Walisongo Semarang bahwa ujian hidup tidak harus menghentikan langkah. Dengan berjalan pelan namun tidak pernah berhenti, serta diiringi doa dan restu orang tua, siapa pun dapat menggapai impian tertingginya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *