Tidak hanya pada orang dewasa, stres ternyata juga bisa terjadi pada anak-anak. Mahasiswa KKN RDR ke 77 Kelompok 120 UIN Walisongo Semarang mengenalkan dan mengajarkan relief stress pada anak. Acara berlangsung di PAUD Karya Mulia, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kab. Semarang. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 08 November 2021
Acara ini diikuti oleh Mahasiswa KKN RDR ke 77 Kelompok 120 sejumlah 5 orang dan anak-anak PAUD sejumlah 15 orang
Fazada Kurnia salah satu anggota KKN RDR ke 77 Kelompok 120 mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai kepedulian terhadap kesehatan mental anak. Mengingat di masa pandemi ini anak sering merasa jenuh dan bosan dalam pembelajaran online.
“Saya mengajak anak-anak sebagai audiens karena di masa pandemi ini mood anak sering berubah dan anak sering merasa jenuh. Diskusi tentang relieve stress ini sangat bermanfaat untuk anak-anak.” ujarnya
Dalam kegiatannya ini, Fazada memberikan penjelasan dan mengenalkan bagaimana relieve stress pada anak-anak, relieve stress yang memiliki arti menghilangkan stress juga memberikan contoh cara mengatasi stress ketika anak sudah mulai jenuh. Selain itu juga mengajarkan secara langsung relieve stress menggunakan media yaitu menggambar dan mewarnai secara bebas.
Selain itu, fazada juga memberikan pesan kepada anak-anak PAUD agar ketika mereka merasa bosan jenuh dan stress untuk segera mengatasinnya agar tidak stress berkepanjangan.
“Karena di masa pandemi ini semuanya serba terbatas, maka saya berpesan jika kalian merasa jenuh segera diatasi dengan hal-hal yang menyenangkan.” ujarnya
Hasna, salah satu anak PAUD Karya Mulia mengatakan, saya merasa senang sekali dengan kegiatan ini. Kegiatan ini membuat saya merasa senang dan santai.
“Saya akan sering-sering melakukan kegiatan yang menyenangkan agar bisa mengatasi rasa tidak semangat saya.” ujarnya
Bunda Marni selaku Pengajar PAUD Karya Mulia menyampaikan, kegiatan ini merupakan kepedulian terhadap anak-anak akan masalah kesehatan mental pada anak. Karena terkadang orang tua dan bahkan anak sendiri tidak menyadari jika anak sedang merasa stress.
“Semoga kegiatan ini mampu memberikan pelajaran yang baik bagi anak-anak. Agar selalu merasa semangat dan bahagia.” pungkasnya.



