Jadi Mitra Pertama PTKIN, BPJS Kesehatan Gandeng UIN Walisongo dalam Optimalisasi JKN – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang,- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Kerja Sama ini dirancang untuk mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara holistik.

Acara yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2, Gedung Kyai Sholeh Darat, Rektorat UIN Walisongo Semarang pada Rabu (01/07/2026) ini dihadiri oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Imam Yahya; Wakil Rektor III, Dr. Umul Baroroh; dan Ketua Tim KKH, M. Sirojuddin Munir beserta tim.

Sementara itu, dari pihak BPJS, turut hadir Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Dr. dr. Sutopo Patria Jati, MM, M.Kes.; Kepala Corporate University BPJS Kesehatan yang diwakili oleh Manager Perencanaan Pembelajaran, Windharlan Siallagan; Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Rahmad Asri Ritonga; Asisten Deputi SDM, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah VI, Wahyu Kris Budianto; serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratulainy.

IMG 3646

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Dr. dr. Sutopo Patria Jati, MM, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa UIN Walisongo dipilih sebagai mitra PTKIN pertama yang menjalin kerja sama.

“UIN Walisongo adalah target pertama sebelum UIN yang lain, sebagai PTKIN pertama yang kami gandeng. Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pelaksanaan tridarma kampus dan kewajiban BPJS Kesehatan dalam hal penjaminan kesehatan serta pengembangan riset dan inovasi,” ujar Sutopo.

Ia menambahkan bahwa prinsip BPJS Kesehatan selalu mengedepankan gotong royong agar semua masyarakat tertolong. Bentuk kerja sama yang digagas mencakup pengembangan kurikulum, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, serta pengendalian penyakit kronis (Prolansia).

“Salah satu bentuk kerja sama yang akan segera kita wujudkan adalah program KKN Tematik bersama BPJS Kesehatan. Selain itu, kami juga akan segera membuka kesempatan bagi dosen melalui program Call for Paper yang akan diluncurkan pada akhir Juli mendatang” .

IMG 3653

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi. Ia menilai bahwa kolaborasi dengan lembaga jaminan kesehatan nasional ini sangat relevan dengan identitas UIN Walisongo sebagai kampus Islam negeri.

“Kami menyambut baik kerjasama ini. BPJS Kesehatan sangat tepat menjalin kemitraan dengan UIN Walisongo. Mengingat hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agamis dan selalu melibatkan agama dalam kehidupan sehari-hari, maka kampus keagamaan seperti kami memiliki peran strategis,” tegas Musahadi.

Ia menekankan bahwa proses pembelajaran di UIN Walisongo memiliki konsentrasi kuat dalam nilai-nilai agama, sehingga dapat dijadikan landasan edukasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan.

“Keunggulan kami ada pada pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai agama. Melalui pendekatan itu, masyarakat dapat diedukasi bahwa menjaga kesehatan, termasuk melalui kepesertaan jaminan kesehatan, juga merupakan bagian dari tanggung jawab yang diajarkan dalam agama”.

WhatsApp Image 2026 07 01 at 11.13.23

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan MoU oleh perwakilan dari kedua lembaga. Penandatanganan MoU ini menandai dimulainya langkah baru dalam sinergi tridarma perguruan tinggi dan optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia.

“Kami berharap MoU ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar terealisasi dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat”, pungkas Musa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *