UIN Walisongo Online, Semarang – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang mengikuti program internasional di Tiangong University, China, pada Selasa (30/6/2026) melakukan kunjungan ke Ancient Cultural Street Tianjin. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari secara langsung sejarah peradaban Tiongkok dari masa lalu hingga kini.
Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan penting dalam program Summer Camp on Artificial Intelligence and Chinese Intangible Culture Heritage. Program yang diselenggarakan oleh Tiangong University ini bertujuan tidak hanya untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga untuk memperkaya wawasan budaya para peserta. Rombongan yang terdiri dari empat mahasiswa UIN Walisongo dan mahasiswa intern dari Korea ini berangkat pada pukul 09.00 pagi menggunakan bus dari kampus menuju lokasi bersejarah yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan tersebut.
“Kami tidak hanya datang untuk melihat bangunan bersejarah, tetapi juga ingin memahami bagaimana perjalanan sejarah dan budaya Tiongkok membentuk kemajuan negaranya hingga saat ini. Pengalaman belajar langsung seperti ini membuat materi yang kami peroleh selama program menjadi lebih hidup”, ujar Alif Taqi, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum.
Sesampainya di Ancient Cultural Street Tianjin, peserta disambut oleh deretan arsitektur klasik yang menggambarkan keindahan budaya Tiongkok masa lalu. Di lokasi ini, para mahasiswa mendapatkan kesempatan berharga untuk mempelajari secara langsung perkembangan sejarah peradaban Tiongkok yang dimulai sejak masa dinasti Qin hingga era modern saat ini. Penjelasan mengenai dinamika sejarah ini memberikan pemahaman yang lebih luas bagi mahasiswa mengenai bagaimana teknologi dan budaya berkembang seiring berjalannya waktu di negara tersebut.

Selain sejarah peradaban secara umum, peserta juga diperkenalkan dengan sejarah unik pembentukan kota Tianjin. Awalnya, Tianjin hanyalah sebuah pemukiman kecil yang dihuni oleh para nelayan. Seiring berjalannya waktu, kota ini berkembang pesat menjadi pusat perdagangan Tiongkok yang vital karena dukungan pelabuhan besar yang dimilikinya. Transformasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah wilayah dapat beradaptasi dan berkembang menjadi pusat ekonomi global yang signifikan.
“Menarik sekali mengetahui bagaimana Tianjin bertransformasi dari sebuah desa nelayan sederhana menjadi pusat perdagangan internasional yang megah. Ini menunjukkan kekuatan visi dan ketekunan dalam membangun peradaban. Selain itu, pengalaman berjalan-jalan menyusuri jalanan kuno sambil mendengarkan cerita sejarah membuat pembelajaran budaya Tiongkok menjadi jauh lebih berkesan dan mudah dipahami,” sambung Alif Taqi.
Kunjungan ini semakin memperkaya pengalaman mahasiswa UIN Walisongo selama mengikuti Summer Camp on Artificial Intelligence and Chinese Intangible Culture Heritage. Melalui perpaduan pembelajaran teknologi kecerdasan buatan dan eksplorasi sejarah serta budaya Tiongkok, para peserta diharapkan mampu memperluas wawasan global, memperkuat kompetensi lintas budaya, sekaligus menjadi duta akademik yang membawa nama baik UIN Walisongo dan Indonesia di kancah internasional.
Di akhir kunjungan, Alif Taqi menyampaikan harapan dan kesannya atas pengalaman yang ia peroleh.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan di sini bisa kami bagikan kepada teman-teman di kampus, sehingga lebih banyak mahasiswa yang tertarik untuk berpartisipasi dalam program internasional seperti ini,” pungkasya.




