UIN Walisongo Online, Semarang — Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Al Hidayah Kudus melaksanakan kunjungan studi kampus ke UIN Walisongo Semarang pada Selasa (12/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang ini diikuti oleh 123 siswa dan 23 guru.
Dari pihak UIN Walisongo Semarang, kegiatan ini dihadiri oleh tim admisi, Kaprodi S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Sekprodi S1 PIAUD, serta tim dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Kepala MA NU Al Hidayah Kudus, Rukani, S.Pd.I, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena akhirnya dapat melaksanakan kunjungan ke UIN Walisongo Semarang.
“Kunjungan kami ke kampus ini sudah sangat kami idam-idamkan sejak lama. Alhamdulillah akhirnya kami sampai dan mendapat sambutan yang sangat baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan studi kampus ini merupakan program bagi siswa kelas XI untuk mengenalkan dunia perguruan tinggi sejak dini agar ketika memasuki kelas XII mereka sudah memiliki gambaran mengenai kehidupan kampus dan dapat menentukan pilihan pendidikan lanjutan.
“Kami berharap siswa dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan pondok pesantren. Ini sudah ketiga kalinya kami memilih UIN Walisongo Semarang sebagai tujuan studi kampus setiap tahunnya, sehingga menjadi referensi bagi siswa kami untuk melanjutkan kuliah di sini,” tambahnya.
Rukani juga berharap pihak UIN Walisongo dapat memberikan informasi lebih detail terkait jalur pendaftaran, program studi, hingga beasiswa yang tersedia bagi calon mahasiswa.
“Kami berharap siswa dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka di kampus ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kaprodi S1 PBA UIN Walisongo Semarang, Dr. Naifah, M.S.I. menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan MA NU Al Hidayah Kudus.
“Selamat datang di UIN Walisongo Semarang. Insyaallah kami senantiasa terbuka. Sesungguhnya MA dan UIN sama-sama menjadi tempat mencetak akademisi yang berilmu dan berakhlakul karimah, hanya dalam level yang berbeda,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hubungan dan kerja sama antara madrasah aliyah dan perguruan tinggi merupakan hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan.
“Kami di UIN membutuhkan MA yang mencetak kader-kader terbaik, dan kami menyiapkan wadah bagi para lulusan MA untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Naifah juga mengingatkan pentingnya memilih perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki lingkungan pergaulan yang baik dan religius.
Menurutnya, jika siswa melanjutkan UIN Walisongo akan tetap dapat melanjutkan tradisi pesantren karena terdapat banyak pondok pesantren di sekitar kampus.
“Adik-adik tidak perlu khawatir akan jauh dari lingkungan pesantren. Banyak pesantren di sekitar kampus UIN Walisongo,” jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi akademik oleh tim FTIK dan tim admisi yang memaparkan berbagai informasi mengenai fakultas, program studi, jalur pendaftaran, hingga program beasiswa di UIN Walisongo Semarang.
Usai kegiatan sosialisasi, rombongan dijadwalkan mengunjungi planetarium sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kampus tersebut.




