UIN Walisongo Online, Semarang – Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Walisongo Semarang kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan literasi demokrasi masyarakat. Hal itu tampak melalui keterlibatan salah satu dosennya, Muhammad Mahsun, M.A., sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pendidikan Pemilih yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (19/05/2026), di Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai respons atas tantangan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum, baik pada Pilkada maupun Pilpres.
Berdasarkan data KPU Kota Semarang, sejumlah kelurahan di Kecamatan Candisari masih mencatat angka warga yang tidak menggunakan hak pilih atau golput pada kisaran 15 hingga 28,75 persen. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena partisipasi warga merupakan salah satu indikator penting dalam kualitas demokrasi.
“Masyarakat itu punya hak untuk mengontrol dan mengawasi. Jadi partisipasi tidak sekadar datang ke TPS untuk memilih, tetapi pasca-pemilihan masyarakat juga punya hak untuk berpendapat,” ujar Muhammad Mahsun.
Menurutnya, pendidikan pemilih menjadi instrumen penting untuk membangun kesadaran politik warga. Melalui pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga subjek demokrasi yang aktif, kritis, dan memiliki kapasitas untuk mengawal jalannya pemerintahan setelah pemilu selesai.
Kehadiran dosen Ilmu Politik FISIP UIN Walisongo sebagai narasumber dalam kegiatan KPU Kota Semarang ini mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendekatkan kajian akademik dengan kebutuhan masyarakat. Ilmu politik tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung dalam proses pemberdayaan warga dan penguatan demokrasi lokal.
Warga Kelurahan Kaliwiru menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai sosialisasi pendidikan pemilih memberikan manfaat karena membuka pemahaman mengenai hak-hak warga dalam pemilu, termasuk ruang untuk bertanya langsung kepada narasumber yang memiliki kompetensi di bidang sosial dan politik.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Politik FISIP UIN Walisongo Semarang turut mengambil bagian dalam mendorong partisipasi politik yang lebih bermakna. Tidak hanya mendorong masyarakat datang ke TPS, tetapi juga membangun kesadaran bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan warga sebelum, saat, dan setelah pemilihan berlangsung.




