DWP Biro UIN Walisongo Perkuat Silaturahmi melalui Kajian Perempuan Inspiratif dalam Al-Qur’an – UIN Walisongo

UIN Walisongo Online, Semarang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Biro UIN Walisongo Semarang menggelar pertemuan rutin dua bulanan di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Walisongo pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan anggota melalui kajian yang relevan dengan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Mewakili Ketua DWP Biro UIN Walisongo, Wakil Ketua II DWP Biro UIN Walisongo, Wiwik Rohmadi, menyampaikan pesan bahwa meskipun pertemuan hanya dilaksanakan setiap dua bulan sekali, kegiatan tersebut tetap menjadi sarana penting untuk menjaga silaturahmi dan saling mengetahui kabar serta kondisi kesehatan seluruh anggota.

“Dengan silaturahmi ini kita dapat bertatap muka, saling menyapa, dan mengetahui kabar satu sama lain. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah bertugas pada pertemuan hari ini. Semoga materi yang akan disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dan semoga seluruh anggota senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 07 03 at 09.39.28

Pada kesempatan tersebut, DWP Biro UIN Walisongo menghadirkan narasumber, Dr. Nur Asiyah,M.SI, yang menyampaikan materi bertema “Perempuan Inspiratif dalam Al-Qur’an: Best Practice Pendidikan Anak Sepanjang Masa.”

Dalam pemaparannya, Nur Asiyah menjelaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan pendidikan anak. Al-Qur’an menghadirkan banyak sosok perempuan teladan, baik yang telah menikah, belum menikah, maupun yang telah menjadi ibu, sebagai inspirasi sepanjang zaman.

Ia menyoroti fenomena saat ini, di mana sebagian generasi muda lebih menjadikan selebritas atau tokoh populer sebagai panutan hidup. Padahal, Islam telah menghadirkan figur-figur perempuan yang diabadikan dalam Al-Qur’an dengan nilai moral, spiritual, serta kepemimpinan yang dapat dijadikan teladan bagi perempuan Muslim dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.

Dalam materinya, Nur Asiyah mengulas tujuh tokoh perempuan inspiratif dalam Al-Qur’an, yaitu Hanna istri Imran (ibu Maryam), Maryam binti Imran (ibu Nabi Isa AS), Sarah (istri Nabi Ibrahim AS), Hajar (istri Nabi Ibrahim AS dan ibu Nabi Ismail AS), ibu Nabi Musa AS, dua perempuan Madyan (putri Nabi Syuaib AS), serta Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

WhatsApp Image 2026 07 03 at 09.49.24

Selain itu, dijelaskan pula empat karakter perempuan ideal menurut Al-Qur’an, yaitu:

  1. Ibu yang mampu mendidik anak dalam ketaatan kepada Allah SWT, sebagaimana teladan Hanna, Hajar, dan ibu Nabi Musa AS.
  2. Istri yang berakhlak mulia dan menjalankan tanggung jawab keluarga dengan baik, sebagaimana dicontohkan Sarah dan Asiyah.
  3. Anak yang berbakti kepada orang tua dan bertanggung jawab, sebagaimana teladan dua perempuan Madyan.
  4. Hamba yang senantiasa taat kepada Allah SWT dalam segala keadaan, sebagaimana dicontohkan oleh Maryam.

Lebih lanjut, Nur Asiyah Ghofur menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan tersebut sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masa kini. Perempuan Muslim diharapkan memiliki keimanan yang kuat di tengah tantangan zaman, menjaga kehormatan dan akhlak dalam pergaulan sehari-hari, menumbuhkan kesabaran dan sikap tawakal dalam menghadapi berbagai ujian, serta menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga maupun masyarakat.

Melalui kegiatan ini, DWP Biro UIN Walisongo berharap para anggota tidak hanya semakin mempererat ukhuwah dan silaturahmi, tetapi juga memperoleh inspirasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai perempuan teladan dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sebagai pribadi, istri, ibu, maupun anggota masyarakat.

WhatsApp Image 2026 07 03 at 13.28.02

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *